Thailand Bakal Jadi Negara Asia Pertama Gunakan Ganja untuk Medis, Ini Penjelasannya

Thailand akan mengizinkan penggunaan ganja dalam pengobatan karena sangat menguntungkan dalam perekonomian negeri gajah putih tersebut.

Thailand Bakal Jadi Negara Asia Pertama Gunakan Ganja untuk Medis, Ini Penjelasannya
siakapkeli
Kebun ganja di dalam ruangan. 

POSBELITUNG.CO -- Thailand, yang sebelumnya dikenal sebagai negara yang memiliki undang-undang ketat terkait perdagangan ganja, mungkin dalam waktu dekat akan meniru langkah yang dilakukan oleh Kanada dan beberapa negara lain dan tentunya menjadi negara Asia pertama yang mengizinkan penggunaan ganja dalam pengobatan.

Adapun alasan mengapa Thailand mengambil langkah demikian, dikarenakan hal itu sangat menguntungkan dalam perekonomian negeri gajah putih tersebut.

Di tahun 80-an, Thailand adalah negara pengekspor ganja terkemuka di dunia.

Kini, negara tersebut juga ingin mendapatkan kembali manfaat pasar ganja yang dipasarkan dunia senilai USD 12,8 miliar saat ini.

Dengan beberapa negara lainnya luar yang mengizinkan penggunaan ganja di dunia medis, Organisasi Farmasi Pemerintah (GPO) di bawah Kementerian Kesehatan Publik saat ini sedang membujuk pemerintah militer agar menyetujui usulan tersebut.

Baca: Luna Maya dan Cut Tari Ternyata Masih Tersangka Kasus Video dengan Ariel Noah, Ini Kronologinya

Baca: Tak Dianggap Keturunan Syekh, Ini Silsilah Ustaz Abdul Somad, Lengkap dengan Keluarga dan Kisahnya

ganja 2
 (net)

"20 tahun lalu, bibit ganja terbaik berasal dari Thailand. Tapi sekarang, Kanada adalah penyedia marijuana terbesar di dunia dan Thailand tidak dapat menyangkalnya.

"Itu sebabnya kami harus membangun kembali industri ini," kata Managing Director GPO, dr Nopporn Cheanklin, sebagaimana dikutip dari laman siakapkeli.

Sebelumnya, pemerintah militer Thailand dilaporkan telah memberi izin kepada tim peneliti untuk menjadikan manusia sebagai bahan percobaan untuk menguji manfaat ganja sebagai obat.

Pasar ganja dunia diperkirakan akan mencapai USD 23 miliar menjelang tahun 2022, dengan perkiraan pertumbuhan sebanyak 22 persen untuk lima tahun ke depan.

Baca: Studio Banjir Air Mata, Denada Sebut Shakira Mulai Kehilangan Hal yang Dicintainya Ini

Baca: Kondisi Gili Lawa Taman Nasional Komodo Setelah Kebakaran, Padang Savana Berubah Hitam

ganja 1
 (siakapkeli)

Saat ini, pasar ganja dunia didominasi oleh dua negara tetangga, Amerika Serikat dan Kanada dengan pangsa pasar 41 persen.

Halaman
12
Penulis: asmadi
Editor: fitriadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved