Home »

Lokal

Dirjen Imigrasi Ingatkan Ketua RT di Belitung Lebih Ketat Awasi Orang asing

irektur Jenderel (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Ronny F Sompie meminta supaya Ketua Rukun

Dirjen Imigrasi Ingatkan Ketua RT di Belitung Lebih Ketat Awasi Orang asing
Pos Belitung/Disa Aryandi
Suasana rapat kerja Dilkumjakpol (Pengadilan, Hukum dan HAM, Kejaksaan, Kepolisian) Provinsi Bangka Belitung tahun 2018, Jumat (10/8) di ruang sidang Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintahan Kabupaten Belitung. 

Laporan wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Direktur Jenderel (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Ronny F Sompie meminta supaya Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) atau Kepala Lingkungan (Kaling) di setiap Desa/Kelurahan harus terlibat melakukan pengawasan terhadap orang asing.

Mereka harus bekerjasama dengan Babinsa dan Babinkamtimbas, lantaran posisi mereka bisa langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Laporan dari mereka sangat dibutuhkan, lantaran setiap jengkal situasi di daerah terlebih dahulu diketahui oleh ketua RT, RW, Kaling. Sehingga apabila ada orang asing yang bertempat tinggal di area mereka, tetap harus memberikan laporan.

"Orang asing itu wajib melapor ke Ketua RT, RW dan Kaling. Namun mereka tetap harus bekerjasama dengan penegak hukum dalam kriminal jasisistem dan itu sangat diperlukan," ungkapnya kepada Posbelitung.co, Jumat (10/8/2018).

Kata Ronny, itu semua harus dilakukan buat mendukung kebijakan pariwisata, sehingga pariwisata bisa mengalami kemajuan dan keamanan tetap terjamin serta penegakan hukum harus dilakukan.

"Jangan nanti, negara yang dirugikan (adanya orang asing). Karena disini adanya orang asing, buat meningkatkan pariwisata dan itu harus benefit. Contoh bebas visa kunjungan diberikan ke 196 Negara, ternyata mereka berjualan tanpa izin, hasil jualan dia pakai buat bayar hotel, bayar makan, dan transportasi dan kita tidak dapat apa-apa tentunya tidak benefit," bebernya.

Ronny memberikan contoh, bebas visa kunjungan yang diberikan kepada warga negara asing (WNA) misalkan orang asing tersebut bekerja tanpa izin. Itu bisa merugikan pendapatan negara bukan pajak.

"Visa izin tinggal kita bisa mengalami kerugian. Belum lagi ada kegiatan yang bersifat intelejen yang bisa membahayakan negara, ini aparat Intelejen kami harapkan ada kerjasama termasuk dengan media," beber jendral bintang dua itu. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help