Idul Adha 2018 - PNS Dapat Libur Pengganti dan Tambahan

Akibat penambahan hari libur dimaksud dengan menggantinya pada dua kali Sabtu, 1 September dan 8 September 2018.

Idul Adha 2018 - PNS Dapat Libur Pengganti dan Tambahan
PNS 

POSBELITUNG.CO - Akibat penambahan hari libur dimaksud dengan menggantinya pada dua kali Sabtu, 1 September dan 8 September 2018.  

Seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negera (ASN) di Aceh mendapat tambahan libur Idul Adha selama dua hari, yakni pada Kamis hingga Jumat (23-24 Agustus). 

Idul Adha sendiri jatuh pada Rabu (22/8/2018).

Baca: Info CPNS 2018 - Pendaftaran di Akun SSCN, Cek Formulir Tersedia dan Persiapkan Berkas Anda

ilustrasi PNS
ilustrasi PNS ()

Baca: Ini Drama Korea Terbaru di bulan Agustus yang Penuh Kisah Cinta Romantis yang Bikin Kamu Meleleh

Baca: Pilpres 2019 - Terungkap Segini Kekayaan Prabowo dan Jokowi

Dengan demikian, total libur kantor pemerintahan di Aceh dalam rangka Idul Adha lamanya tiga hari.

Penambahan libur setelah libur nasional dalam rangka Idul Adha itu ditetapkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT melalui surat edaran Nomor 06.1.2/21400 tentang Hari yang Diliburkan Setelah Idul Adha 2018 di Aceh. Surat itu di keluarkan tanggal 31 Juli di Banda Aceh.

Namun, bagi instansi yang menerapkan pola lima hari kerja dalam seminggu, diminta Plt Gubernur Aceh memperhitungkan kembali jam kerja yang hilang akibat penambahan hari libur dimaksud dengan menggantinya pada dua kali Sabtu, 1 September dan 8 September 2018.

“Pada hari itu, pegawai masuk kantor pukul 08.00 hingga 16.45 WIB, mengenakan pakaian bebas dan rapi,” kata Kepala Biro Humas Setda Aceh, Rahmad Raden S.Sos kepada Serambi di Banda Aceh, Rabu (8/8), sesuai dengan isi surat edaran Plt Gubernur Aceh tersebut.

Menurut Rahmad, surat itu ditujukan kepada bupati/wali kota di seluruh Aceh, Staf Ahli Gubernur Aceh, asisten Sekretaris Daerah Aceh, kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), para kepala biro di jajaran Setda Aceh.

PNS
PNS ()

Baca: Viral, Hindari Hutang Rp 63 Miliar, Nenek 60 Tahun ini Lakukan Oplas

Baca: Taurus Temukan Kenyamanan, Ini Ramalan Zodiak Jumat 10 Agustus 2018

Surat itu juga dikirim ke bupati/wali kota di 23 kabupaten/kota di Aceh sebagai pedoman pemerintah kabupaten/kota dalam mekanisme penambahan libur dalam rangka lebaran Idul Adha 2018.

“Bukan maksud menyetarakan libur pegawai provinsi dan kabupaten/kota, tapi itu lebih kepada petunjuk jika mereka ingin menambah hari libur setelah Idul Adha. Karana di kabupaten/kota ada yang menerapkan pola enam hari kerja,” kata Rahmad.

Oleh sebab itu, bagi kabupaten/kota atau instansi yang menerapkan pola enam hari kerja dalam seminggu, wajib menambah kekurangan jam kerja sebanyak 6,25 jam dalam seminggu selama dua minggu dengan menambah jam kerja 1 jam 4 menit (64 menit) setiap hari selama 12 hari kerja, sebagai pengganti jam kerja akibar libur tambahan Idul Adha 1439 H.

Plt Gubernur juga menginstruksikan, kepada instansi atau satuan kerja yang berfungsi memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, diharuskan mengatur penugasan pegawai, sehingga pemberian pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya, meski adanya penamabahan libur setelah Idul Adha 1439 H.

Kemudian, Rahmad mengakatan, sesuai dengan instruksi Plt Gubernur Aceh, para pimpinan instansi, di samping memonitor kedisiplinan secara berkesinambungan, juga diminta agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap kehadiran dan kepatuhan terhadap jam kerja PNS di lingkungannya masing-masing pada hari yang diganti akibat libur, yaitu Sabtu 1 September dan Sabtu 8 September 2018.

“Apabila terdapat pegawai yang tidak masuk kerja pada hari itu tanpa alasan yang jelas, Plt menginstruksikan agar pimpinan instansi mengambil tindakan disiplin sesuai peraturan dan perundang-undangan,” pungkas Rahmad Raden.

Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help