Istri Bung Karno Blak-blakan Soal Dugaan Kematian Tak Wajar Sang Suami

Sejauh mana kebenaran cerita Dewi Soekarno itu? "Kemungkinan Bapak meninggal tak wajar memang ada

Istri Bung Karno Blak-blakan Soal Dugaan Kematian Tak Wajar Sang Suami
VIA Intisari online
Bung Karno 

Sejauh mana kebenaran cerita Dewi Soekarno itu? "Kemungkinan Bapak meninggal tak wajar memang ada," tandas Guruh Soekarno Putra pada NOVA, Senin (12/10/1998).

Hanya saja, Guruh melihatnya lebih pada faktor psikologis. Menurut Guruh, sejak keluar dari istana tahun 70, ayahnya ditahan di Batutulis, Bogor.

"Usia saya saat itu sekitar 14 tahun. Saya memang belum bisa melakukan suatu pembelaan atau protes, misalnya. Tapi saya bisa melihat dan merasakan bahwa secara psikologis Bapak sangatlah tertekan," papar Guruh.

Ditambah lagi, lanjut Guruh, "Bapak mendapat perlakuan yang kurang baik dan tidak patut." Perlakuan tidak  patut yang dimaksud Guruh adalah penahanan dan pengekangan terhadap kebebasan ayahnya.

"Sebagai presiden dan orang yang sudah sepuh, Bapak tidak boleh ke mana-mana. Beliau juga tidak boleh ditengok dan hanya bisa bertemu dengan anak-anaknya secara terbatas. Itu pun harus melewati prosedur berbelit-belit," rinci Guruh yang kini mulai rajin melukis.

Kartu pos dari wina

Pembatasan-pembatasan itulah yang menurut Guruh makin memperburuk kondisi ayahnya. "Siapa, sih, orangnya yang enggak sedih diperlakukan seperti itu? Otomatis Bapak merasa sangat tertekan. Enggak heran kalau kondisi kesehatannya makin hari makin parah," keluhnya.

Tim dokter yang menangani Bung Karno saat itu pun, menurut Guruh, belum berupaya maksimal. "Waktu itu memang peralatan medis di sini sangat terbatas. Bahkan mesin pencuci darah saja Indonesia belum ada. Sementara sakit ginjal Bapak semakin parah. Nah, kenapa saat itu enggak diupayakan supaya Bapak bisa berobat ke luar negeri, misalnya?" tanya Guruh.

Diakui Guruh, ayahnya juga menempuh usaha penyembuhan secara tradisional. "Kebetulan Bapak dapat bantuan obat-obat tradisional Cina dari Mao Tse Tung (pemimpin RRC saat itu - Red.). Dan saya rasa itu wajar-wajar saja, karena berbagai upaya harus ditempuh demi kesembuhan Bapak," ungkapnya.

Meski demikian, bukan berarti Bung Karno menampik pelayanan tim dokter kepresidenan. Dikatakan Guruh, "Selain menjalani perawatan secara tradisional, Bapak tetap minum obat-obat yang diberikan tim dokter, kok. Setiap saya menjenguk, sehabis makan siang Bapak selalu minum vitamin dan obat-obat dari dokter."

Halaman
1234
Editor: edy yusmanto
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help