Istri Bung Karno Blak-blakan Soal Dugaan Kematian Tak Wajar Sang Suami

Sejauh mana kebenaran cerita Dewi Soekarno itu? "Kemungkinan Bapak meninggal tak wajar memang ada

Istri Bung Karno Blak-blakan Soal Dugaan Kematian Tak Wajar Sang Suami
VIA Intisari online
Bung Karno 

Guruh juga tak sependapat jika ada pendapat yang mengatakan Bung Karno menolak dioperasi. "Sebab, waktu itu Bapak sempat menjalani operasi ginjal ke Wina, Austria. Malah Bapak sempat mengirimkan postcard buat saya dan kakak-kakak. 'Saya baik-baik saja di Wina,' begitu Bapak menulis di kartu itu," kenangnya sambil menerawang.

Masih berseragam sekolah

 Ada satu kenangan berkesan yang dialami Guruh pada hari ulang tahun ayahnya, 6 Juni 1970. Ketika itu, cerita Guruh, "Kondisi Bapak sudah sangat lemah. Beliau hanya bisa berbaring di tempat tidur. Entah kenapa, saya terpikir ingin sekali membuat foto kenang-kenangan saat Bapak ulang tahun itu."

Guruh dan kakaknya, Rachmawati, saat itu berhasil mendapat izin menjenguk ayahnya. Diam-diam, Guruh juga mengantungi kamera kecil di sakunya.

"Begitu penjaganya enggak ada, saya langsung minta Mbak Rachma duduk di samping Bapak. Cepat-cepat saya potret mereka. Kalau enggak salah cuma sempat dua kali jepretan. Habis, saya takut kalau penjaganya balik dan memergoki saya," tuturnya sembari memeragakan cara menyelipkan kamera ke sakunya.

Begitulah, foto itu dengan selamat bisa dicetak. Setelah jadi, "Ada seorang teman Mbak Rachma meminjamnya. Rupanya, oleh teman Mbak Rachma itu, foto tadi disebarluaskan ke luar negeri lewat Kantor Berita United Press."

Guruh tak menduga, gara-gara tersebarluasnya foto itu, ia dapat masalah. Suatu hari, sepulang dari sekolah, "Saya diberi tahu Ibu (Bu Fatmawati - Red.), sebentar lagi akan ada polisi militer menjemput saya. Mereka mau menginterogasi perihal foto Bapak dengan Mbak Rachma."

Benar saja, tak lama kemudian Guruh dijemput. Masih dengan mengenakan seragam sekolah, "Saya dibawa ke Markas Polisi Militer di Jalan Guntur, Jakarta. Sebelum saya berangkat, Ibu berpesan agar saya tenang-tenang saja "

Kepada Guruh, para petugas menanyakan, apa alasannya memotret Bung Karno. Guruh yang tetap tenang seperti anjuran ibunya menjawab, "Itu, kan, hak saya. Wong saya ini anaknya."

Tak cuma Guruh yang dijemput, tapi juga Rachmawati. "Hanya saja, Mbak Rachma dipanggil pada waktu yang berlainan."

Halaman
1234
Editor: edy yusmanto
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved