Setelah Deklarasi, Inisial M Muncul Kembali Bakal Ketua Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin

Tokoh berinisial M tersebut merupakan seseorang yang senior dalam pemerintahan, dan turut mengawal program pemerintahan Jokowi

Setelah Deklarasi, Inisial M Muncul Kembali Bakal Ketua Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin
KOMPAS.com
Dua Pasangan Calon Presiden Calon Wakil Presiden 2019-2024 dan partai politik pendukungnya 

POSBELITUNG.CO - Ketua tim kampanye nasional pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin disebut berinisial M dan seorang yang berasal dari luar Jawa.

"Bapak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin ini putra Jateng dan Banten, maka tim koalisi nasional dipimpin putra terbaik dari luar Jawa. Inisialnya M lagi. Depannya M lagi. Kita tunggu saja. Kami akan menyampaikan dalam waktu dekat," kata Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy di Gedung KPU RI, Jumat (10/8/2018).

Romahurmuziy mengatakan, tokoh berinisial M tersebut merupakan seseorang yang senior dalam pemerintahan, dan turut mengawal program-program pemerintahan Jokowi selama ini.

//

Sosok tersebut diyakini dapat mengoordinasikan seluruh kekuatan yang ada dalam koalisi partai politik pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin dan menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh kalangan.

Pihaknya telah memohon kesediaan dan terus melakukan komunikasi dengan sosok tersebut untuk menjadi ketua tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sementara itu, Wakil Presiden M Jusuf Kalla yang sempat diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi ketua tim pemenangan Joko Widodo-Ma`ruf Amin dalam kampanye Pilpres 2019 lebih memilih untuk fokus melaksanakan tugas pemerintahan.

"Bukannya menolak, tetapi Pak JK memilih menjadi penjaga gawang saja," kata Juru Bicara Wapres Husain Abdullah.

Husain mengatakan, Jusuf Kalla lebih mempertimbangkan kepentingan umum bangsa dan negara dibanding kepentingan kelompok politik tertentu, sehingga JK memilih tetap konsisten melaksanakan pemerintahan hingga akhir masa pemerintahan Jokowi-JK, tanpa harus terlibat dalam kegiatan pilpres.

Dengan tidak terlibat dalam tim pemenangan kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut, JK dapat mengendalikan pemerintahan saat Jokowi cuti kampanye nanti sehingga tidak ada kekosongan pemerintahan di pusat selama kampanye pilpres.

//
 
Editor: khamelia
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help