Lewat Aplikasi Gawai Ini Lebih Mudah Kontrol Gula Darah

Mengontrol kadar gula darah kini bisa lewat aplikasi di gawai. Aplikasi Teman Diabetes yang diluncurkan pada 6 Agustus 2018

Lewat Aplikasi Gawai Ini Lebih Mudah Kontrol Gula Darah
KOMPAS.com/Lusia Kus Anna
Peluncuran aplikasi Teman Diabetes di Jakarta (10/8) 

POSBELITUNG.CO - Mengontrol kadar gula darah kini bisa lewat aplikasi di gawai.

Aplikasi Teman Diabetes yang diluncurkan pada 6 Agustus 2018 ini dibuat untuk mempermudah penyandang diabetes (diabetasi) mengontrol kondisi penyakitnya secara mandiri.

Co-founder Teman Diabetes, Robyn Soetikno, menjelaskan, dari survei yang dilakukan Teman Diabetes kepada 220 orang, ternyata masih banyak yang malas melakukan pengukuran kadar gula darah.

Penderita diabetes disarankan mengecek kadar gula darah agar ibadah puasanya lancar.
Penderita diabetes disarankan mengecek kadar gula darah agar ibadah puasanya lancar. (beaconohss.com)

Baca: Iwan Fals Bikin Voting Twitter, Hasilnya Pasangan Prabowo dan Sandiaga Mendominasi

Baca: Kisah Cinta Soekarno dengan Pramugari Cantik, Menikah Sirih dan Tinggal di Jerman

"Hanya 14,3 persen responden yang mengukur gula darah setiap hari, padahal seharusnya 7 kali dalam sehari. Selain itu, baru 28,6 persen yang berkonsultasi ke dokter setahun sekali, padahal anjurannya tiga bulan sekali," kata Robyn.

Melalui aplikasi Teman Diabetes, diabetesi bisa melakukan pengecekan dan mendapat informasi yang benar seputar penyakitnya, bahkan mengukur gula darahnya di ponsel.

Pengukuran gula darah dilakukan lewat D-Nurse atau mobile blood glucometer yang bisa kita beli di apotek dan terkoneksi secara eksklusif dengan aplikasi ini.

Informasi kadar gula darah juga bisa disajikan dalam bentuk grafis.

"Semua fitur bisa diakses oleh keluarga dan tenaga medis yang dipilih," katanya dalam acara peluncuran di Jakarta (10/8).

Robyn mengatakan, Teman Diabetes tersedia dalam tiga versi, yaitu bagi penyandang diabetes, inner circle (orang terdekat diabetesi), dan ahli medis.

Menurut Robyn, fitur utama dari aplikasi ini berupa deteksi, informasi dan dukungan.

"Dalam mendeteksi kita tidak usah jauh-jauh ke laboratorium atau menunggu check up untuk menilai bagaimana risiko kita terkena diabetes," katanya.

Untuk mendapat informasi yang benar dari referensi terpercaya seputar penyakit ini, pengguna bisa langsung bertanya ke forum.

"Di forum ini ada dokter, edukator diabetes, dan sesama diabetesi," katanya.

Dukungan dari keluarga dan orang terdekat, menurut Dr.Aris Wibudi, Sp.PD, sangat dibutuhkan diabetesi.

"Kalau keluarga tidak mendukung, pasien akan merasa terisolasi. Dukungan dari rumah sakit dan dokter juga penting. Penelitian di RSPAD Gatot Subroto menunjukkan, pasien yang diedukasi oleh dokternya lebih rajin kontrol berobat," kata Aris dalam acara yang sama.

Editor: Evan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help