Sampah Laut Tahun 2017 Capai 1,2 Juta Ton

Pengendalian pencemaran dan kerusakan pesisir dan laut dari sampah laut di Pulau Belitung menjadi sangat penting

Sampah Laut Tahun 2017 Capai 1,2 Juta Ton
(posbelitung/suharli)
Peserta CCU membersihkan sampah di pantai Nyiur Melambai, Manggar, Pada Senin, (13/8/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Suharli

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Direktur Jendral pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan menyelenggarakan program Coastal Clean Up (CCU) 2018 di pantai Nyiur Melambai Manggar.

Dalam sambutan Dirjen pengendalian dan kerusakan lingkungan M.R Karliansyah yang dibacakan, kepala Sub Direktorat pengendalian pencemaran dan kerusakan wilayah 2 Susetyo Nugroho menyampaikan, penyelenggaraan CCU bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT RI ke Ke-73 yang telah menjadi dua tema utama yang bersinergi yakni Energi dan Kerja.

"Dengan tema tersebut diharapkan dapat memberikan dampak kepada masyarakat agar bekerjasama membangun negeri termasuk semangat untuk mengendalikan pencemaran dan kerusakan di wilayah pesisir dan laut dari sampah laut," ujar Susetyo mengutip sambutan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan kerusakan Lingkungan, pada Senin (13/8/2018).

Pengendalian pencemaran dan kerusakan pesisir dan laut dari sampah laut di Pulau Belitung menjadi sangat penting mengingat Belitung telah menjadi daya tarik tujuan wisata yang bertopang pada keindahan pantainya.

Susetyo juga menyampaikan berdasarkan survei yang dilakukan Direktorat Jenderal pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, KLHK pada tahun 2017 di 18 kabupaten/kota, diketahui estimasi total sampah laut pada tahun 2017 sekitar 1,2 juta Ton, dengan rata-rata tumpukan sampah laut sebanyak 106.385 gram permeter persegi.

Di Belitung Timur hasil survei pada tahun 2017 menunjukkan komposisi sampah laut terdiri dari kayu 68,7 persen, logam 13,2 persen, plastik, dan sampah lainnya 8,4 persen.

"Sumber pencemaran pesisir dan laut tersebut tidak saja bersumber dari daratan namun terdapat juga yang bersumber dari lautan, sampah plastik di lautan. Misalnya, sekitar 20 persen berasal dari sektor pelayaran dan perikanan, namun 80 persen berasal dari daratan sama plastik dilakukan berasal dari darat bersumber dari aliran sungai yang bermuara di laut dan kawasan pesisir," ujar Susetyo. (q5)

Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help