Dolar AS Tembus Rp 14.600, BI Sangkal akan Naikan Suku Bunga, Ini yang akan Ditempuh

Bank Indonesia memastikan akan melakukan langkah-langkah proaktif dalam menyikapi pelemahan rupiah terhadap dollar AS.

Dolar AS Tembus Rp 14.600, BI Sangkal akan Naikan Suku Bunga, Ini yang akan Ditempuh
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah ke Rp14.457 per dolar AS. 

POSBELITUNG.CO - Bank Indonesia memastikan akan melakukan langkah-langkah proaktif dalam menyikapi pelemahan rupiah terhadap dollar AS.

Pada Senin (13/8/2018), rupiah di pasar spot ditutup pada Rp 14.6008 per dollar AS.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan, BI memiliki sejumlah olsi yang bisa dilakukan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

//

"Dalam menstabilkan Rupiah, BI terus melanjutkan langkah-langkah stabilisasi sebagaimana dilakukan selama ini," ujar Dody kepada Kompas.com, Senin malam.

Adapun kombinasi langkah-langkah stabilisasi yaitu intervensi ganda terhadap pasar valas dan pasar gradual depreciation rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.

Namun, ia menyangkal kemungkinan BI akan menaikkan kembali suku bunga acuan.

"Seharusnya jangan diartikan hanya pada pilihan pada satu langkah suku bunga," kata Dody.

Selain itu, BI juga membuka lelang valas mulai pukul 13.00 WIB untuk membantu mengurangi tekanan kepada rupiah. "BI akan memilih sesuai yang diperlukan dan akan dilakukan secara terukur," lanjut dia.

Tertekannya nilai tukar rupiah antara lain dipengaruhi krisis mata uang Turki, Lira.

Selain itu ada pula isu perang dagang dan devaluasi Yuan yang mengguncang perekonomian global. Dody berharap dampak tersebut bisa segera diredam.

"Pelemahan yang terjadi diharapkan hanya merupakan sentimen sesaat menimbang ekonomi domestik masih kuat sebagaimana ditunjukkan antara lain oleh growth PDB yang msh tinggi dan inflasi yang rendah," kata Dody.

 
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved