Senin 20 Agustus 2018 Jemaah Haji Laksanakan Wukuf di Arafah

Pemerintah Arab Saudi memastikan pelaksanaan puncak ibadah haji, yakni Wukuf di bumi Arafah, Senin (20/8) dan Minggu (19/8)

Senin 20 Agustus 2018 Jemaah Haji Laksanakan Wukuf di Arafah
nuonline
ILUSTRASI - Wukuf di Arafah 

POSBELITUNG.CO -- Pemerintah Arab Saudi memastikan pelaksanaan puncak ibadah haji, yakni Wukuf di bumi Arafah, Senin (20/8) dan Minggu (19/8) siang jemaah haji mulai pukul 11.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 15.00 WIB sudah bergerak menuju Arafah

Sedangkan bagi jemaah haji yang melaksanakan tarwiyah, minggu sore sudah bergerak menuju Mina.

//

Lembaran dari Mahkamah Agung Saudi (Mahkamah Ulya), sebelumnya menetapkan, Minggu (12/8) sudah terhitung tanggal 1 Dulzhijjah 1439 H. Itu artinya, Selasa (21/8) tanggal 10 Zulhijjah atau Hari Raya Idul Adha.

Penetapan masuknya bulan baru tersebut, merupakan hasil pengamatan Tim Ru'yatul Hilal di beberapa tempat, seperti di AsªSudair dan As-Syaqra'.

//

Mereka menyatakan berhasil melihat bulan (ru'yatul hilal). Berbeda dengan Saudi, Pemerintah Indonesia,
melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah mengumumkan Idul Adha akan jatuh pada Rabu (22/8/2018).

Keputusan ini berdasarkan Sidang Isbat, Sabtu (11/8), dimana telah ditetapkan, 1 Dzulhijjah 1439 H jatuh pada Senin (13/8) dan 10 Dzulhijjah 1439 H atau hari Rabu (22/8).

Kontributor sripo di Mekkah, Adrian Yunus dan Slamet Hariono melaporkan, kepastian jemaah haji Indonesia, khususnya jemaah haji Sumsel minggu siang sudah bergerak ke Arafah.

"Sudah ada kepastian, minggu siang sekitar pukul 11.00, kami sudah meninggalkan Mekkah menuju Arafah. Dua hari ini, jemaah haji melakukan manasik dan pemanfatan jelang pelaksanaan ibadah haji," kata Slemet Hariono, yang tergabung di Kloter 2 Palembang, seraya menambahkan, aktivitas ke Masjidil Haram sudah dikurangi
dengan pertimbangan kesehatan dan stamina.

Terpisah Adrian Yunus juga melaporkan, dua hari menjelang ke Arafah, jemaah haji asal Musi Banyuasin, Juminem Wiryo (67) tergabung di Kloter 14 dilarikan ke rumah sakit RS An-Noer Mekkah  karena mengalami kelelahan.

Namun petugas TKHI Kloter 14 optimis, jemaah tersebut akan membaik sehingga bisa bersama©sama dengan
jemaah haji yang pergi ke arafah.

Cari Sarapan
Sementara pasca dihentikannya suplai makanan bagi jemaah haji jelang Hari Arafah, jemaah mencari sendiri sarapan pagi. Tentu saja, situasi ini dimanfaatkan orang Indonesia yang tinggal di Arab Saudi (mukimin) berjalan jajanan pagi di sekitar hotel, tempat jemaah haji menginap.

Benar saja, jemaah haji rebutan membeli jajanan. Terlebih, menu sarapan pagi yang dijual khas Indonesia, seperti Nasi Kuning, Nasi Uduk, bakso, roti goreng, bubur kacang hijau dan kerupuk. Untuk jenis makanan tersebut dijual 3-5 riyal/porsi. 

SHALAT JUMAT --Jemaah haji banyak yang shalat di luar Masjidil Haram karena tidak bisa masuk lagi lantaran jemaah yang hadir membludak.
SHALAT JUMAT --Jemaah haji banyak yang shalat di luar Masjidil Haram karena tidak bisa masuk lagi lantaran jemaah yang hadir membludak. (ist)

Zainal, jemaah haji Kloter 19 asal KBIH Varita Pusri yang tinggal di kawasan jarwal menyebutkan, kendati Bus Shalawat yang melayani jemaah haji ke Masjidil Haram dihentikan, suasana shalat jumat di Masjidil Haram tetap saja ramai dan dapat.

 Hal itu menyebabkan, dirinya dan jemaah haji dari rombongan Varita Pusri hanya kebagian di halaman luar masjid.

"Jemaah haji tetap mengambil keutamaan pahala shalat jumat di Alharom. Padahal bus sudah dihentikan, tetapi Alharom masih tetap padat," kata Zainal.

Editor: khamelia
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help