ADVERTORIAL

Sahani Saleh : Ibadah Qurban Kewajiban Umat Muslim

PERAYAAN Idul Adha 1439 hijriah merupakan sebuah perayaan kemenangan yang harus dimaknai dengan penuh pengorbanan.

Sahani Saleh : Ibadah Qurban Kewajiban Umat Muslim - idul-adha_20180823_094443.jpg
Posbelitung.co/ist
Salat Idul Adha 1439 H- Bupati Belitung Sahani Saleh saat mengikuti salat Idul Adha 1439 hijriah di halaman kantor Bupati Belitung, Rabu (22/8/2018).
Sahani Saleh : Ibadah Qurban Kewajiban Umat Muslim - idul-adha_20180823_094448.jpg
Posbelitung.co/ist
KHOTIB salat Iduladha 1439 hijriah oleh Ustaz Farid Wadji.
Sahani Saleh : Ibadah Qurban Kewajiban Umat Muslim - idul-adha_20180823_094537.jpg
Posbelitung.co/ist
UMAT Islam saat melaksanakan salat Idul Adha 1439 hijriah di halaman kantor Bupati Belitung.
Sahani Saleh : Ibadah Qurban Kewajiban Umat Muslim - idul-adha_20180823_094609.jpg
Posbelitung.co/ist
FOTO bersama usai melaksanakan salat Idul Adha 1439 hijriah.

POSBELITUNG.CO - PERAYAAN Idul Adha 1439 hijriah merupakan sebuah perayaan kemenangan yang harus dimaknai dengan penuh pengorbanan.

Idul Adha merupakan ibadah qurban dan menjadi kewajiban yang harus dijalani umat Islam.

“Karena ini merupakan rukun Islam ke lima. Sehingga di Idul Adha ini harus dimaknai dengan sebuah pengorbanan. Ibadah haji merupakan penyempurnaan dan sebagai pelengkap,” kata Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem), Rabu (22/8/2018).

Menurutnya, pengorbanan tersebut tetap harus diiringi dengan sebuah keikhlasan, sehingga usaha yang sudah dilakukan dalam qurban, bisa menjadi berkah dan amal di dunia maupun hadapan Allah SWT.

“Jadi makna qurban itu adalah pengorbanan. Pengorbanan ini macam-macam, ada pengorbanan jasmani, tenaga, fisik. Untuk membangun daerah ini juga perlu pengorbanan,” katanya.

Sanem melakukan salat id di halaman kantor Bupati Belitung, Rabu (22/8/2018). Ada ribuan orang hadir mengikuti salat berjamaah tersebut. Ada sejumlah warga Singapura ikut salat berjamaah.

Bertugas sebagai imam Ustaz Hairul dan Khotib adalah Ustaz Farid Wajdi. Suara takbir terus berkumandang dan diikuti seluruh umat muslim yang menunaikan salat id berjamaah di kantor Bupati Belitung itu.

Sanem mengaku, berada di tengah perayaan Idul Adha tersebut, serasa di padang Arafah. Di benaknya teringat dengan sebuah keikhlasan dan perjuangan.

“Hidup ini harus penuh perjuangan, harus ada pengorbanan dan ikhlas. Aku merasa kan itu, saat menunaikan ibadah haji tahun 2010. Saat kami itiqap, di padang Arafah itulah kami merasakan kehidupan seperti itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, Idul Adha merupakan puncak bagi masyarakat yang menunaikan ibadah haji dan padang Arafah menjadi puncaknya.

“Jadi bukan hanya berkurban saja, tapi makna kehidupan itu sebagai wujud pengabdian saya. Pengorbanan menjadi pendorongnya, dan itu bukan hanya fisik saja, tapi jasmani. Itu harus dimaknai melalui kehidupan sehari-hari,” katanya.

Selain itu, perayaan Idul Adha 1439 Hijriah mengingatkan umat Muslim pentingnya suatu kebersamaan, sehingga bisa menyuarakan takbir.

“Nah itu harus terus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Ini mengingatkan kita, agar tetap dekat kepada Allah dan menjalankan perintahnya,” katanya. (adv/n3)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved