Kisah Pengelola Ekowisata Gusong Bugis, Berenang Sampai Kejar-kejaran dengan Penambang

Lokasi wisata yang dikembangkan oleh HKm Seberang Bersatu ini ternyata dulunya adalah lokasi bekas tambang kapal keruk.

Kisah Pengelola Ekowisata Gusong Bugis, Berenang Sampai Kejar-kejaran dengan Penambang
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Pengunjung lokasi wisata Belitung Mangrove Park yang termasuk satu di antara destinasi wisata di Ekowisata Gusong Bugis pada Sabtu (25/8/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ekowisata Gusong Bugis menawarkan berbagai pilihan wisata. Sebut saja tracking mangrove, sunset boulevard, menara pandang, dan lainnya ternyata tak dibangun dengan mudah.

Lokasi wisata yang dikembangkan oleh HKm Seberang Bersatu ini ternyata dulunya adalah lokasi bekas tambang kapal keruk.

"Bersama rekan-rekan, kami mulai merintis ini sejak 2012 bersama masyarakat dan dukungan dari polisi hutan (polhut). Berkomitmen kawasan ini dikembangkan menjadi lokasi wisata," kata Manajer Ekowisata Gusong Bugis Nopiansyah pada Sabtu (25/8/2018).

Nopi menceritakan, dulunya tak ada jembatan menuju ke lokasi tersebut, sehingga ketika melakukan bersih-bersih setiap Sabtu, pengelola laki-laki harus berenang dan perempuannya menyeberang dengan sampan. Makan siang pun patungan.

Proses itu pun terus dilakukan selama sekitar 3 tahun.

"Awal merintis bahkan sempat kejar-kejaran dengan penambang. Kami lakukan pendekatan persuasif, kami edukasi bahwa menambang dapatnya instan tapi efeknya permanen, tapi kalau membuka wisata efeknya berkelanjutan serta bisa menjadi warisan," imbuhnya.

Tepat pada Maret 2015, izin dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) keluar. Disusul izin usaha pemanfaatan (IUP) dari gubernur yang juga keluar di tahun yang sama.

Kini tempat wisata yang berada di Desa Juru Seberang ini mampu mempekerjakan 26 orang. Jika dulunya mereka hanya bekerja paruh waktu, kini sudah dapat bekerja penuh waktu. Wisatawan pun semakin banyak hingga mencapai 5 ribu orang pada bulan pertama beroperasi yakni Juni lalu.

Nopi menambahkan, nantinya Belitung Mangrove Park akan dijadikan wisata edukasi mengenai manfaat bakau sehingga anak dapat belajar mencintai lingkungan.

Pihaknya pun kini sedang mengemas paket wisata agar target wisatawan lebih luas, baik wisatawan dalam negeri dan luar negeri. (*)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help