Pasca Pengumuman DCS, Inilah Laporan Masyarakat ke KPU Babel

Setelah daftar caleg sementara (DCS) diumumkan ada dua laporan yang diterima oleh KPU Provinsi Bangka Belitung.

Pasca Pengumuman DCS, Inilah Laporan Masyarakat ke KPU Babel
(Bangka Pos / Hendra)
Davitri, Ketua KPU Propinsi Babel 

POSBELITUNG.CO-- Setelah daftar caleg sementara (DCS) diumumkan ada dua laporan yang diterima oleh KPU Provinsi Bangka Belitung.

Ketua KPU Provinsi Babel, Davitri mengatakan dua laporan tersebut diantaranya 1 untuk 2 orang DCS dan sedangkan 1 laporan lagi hanya untuk 1 orang saja.

“Pengaduannya ada 2 terhadap 3 orang. Laporan masyarakat terhadap caleg dari partai golkar 2 orang, satu lagi laporannya ke PBB,” kata Davitri kepada bangkapos.com, Senin (1/9/2019).

Laporan tersebut lanjut Davitri sudah ditindaklanjuti. Untuk laporan terkait 2 caleg dari partai Golkar sudah terklarifikasi.

“Laporannya disebutkan caleg tersebut perangkat desa Pusuk, setelah diklarifikasi oleh pihak desa ternyata bukan perangkat desa. Artinya masalah ini sudah selesai,” kata Davitri.

Sementara untuk yang PBB, masih terus diproses oleh KPU Babel. Pasalnya laporan masyarakat, caleg dari PBB tersebut merupakan mantan narapidana kasus korupsi.

Dalam Peratuan KPU No. 20 tahun 2018, mantan narapidana kasus korupsi tidak diperbolehkan untuk mencalonkan sebagai anggota legislatif.

“Aturan KPU sudah jelas. Partai juga sudah menandatangani pakta integritas bahwa tidak mencalonkan mantan napi korupsi. Ketika ketika temukan dan buktinya ada maka akan dinyatakan TMS,” ujar Davitri.

Namun, KPU masih memberikan kesempatan untuk parpol tersebut mengganti calonnya dengan yang tidak pernah terlibat dalam kasus sebagaimana diatur dalam PKPU No. 20 tahun 2018.

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved