Garuda Direncanakan Maskapai Pertama Penerbangan Internasional dari Bandara HAS Hanandjoeddin

Garuda Indonesia sudah direncanakan sebagai maskapai pertama yang melakukan penerbangan Internasional

Garuda Direncanakan Maskapai Pertama Penerbangan Internasional dari Bandara HAS Hanandjoeddin
Pos Belitung/Rusmiadi
Ilustrasi. Pesawat maskapai Garuda Indonesia parkir di apron Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Garuda Indonesia sudah direncanakan sebagai maskapai pertama yang melakukan penerbangan Internasional dari Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan (TJQ).

Penerbangan Reguler Flight itu, tujuan Singapura (SIN) dan direncanakan sudah hampir rampung buat mewujudkan penerbangn tersebut.

Dua pekan kemarin, tim dari Garuda Indonesia dari Singapura, dan Pemerintah Pusat Republik Indonesia (RI) sudah datang melakukan survey.

Mereka datang untuk memastikan kesiapan Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan. Salah satu yang dilakukan pengecekan oleh mereka adalah ruangan keberangkatan dan kedatangan.

"Termasuk mereka juga melakukan pengecekan terhadap kesiapan Costum, Imgration, Qurantine (CIQ). Kemarin kalau tidak berubah, kepastian penerbangan nya tanggal 2 Oktober 2018 untuk reguler flight," kata Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) kepada Posbelitung.co, Jumat (7/9/2018).

Penerbangan ini rencana dilakukan pada hari Selasa, Jumat dan Minggu atau tiga kali kurun satu pekan, dengan waktu penerbangan pukul 16.10 WIB.

Namun di awal September ini, penerbangan ke Singapura tetap ada dengan status Carter Flight.

"Ini awalnya untuk memancing penerbangan tersebut istilahnya, setelah itu baru reguler flight. Carter Flight ini nanti dikoordinir langsung oleh PT MTN (Meeting Tomorrow's Need's (MTN) Naza Holdings dan beberapa waktu lalu sudah melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak Garuda Indonesia," ujarnya.

Kata Sanem, ia sendiri tetap optimis dengan adanya penerbangan tersebut, bisa menarik wisatawan Singapura datang ke Belitung.

Apabila Garuda Indonesia sudah melakukan Reguler Flight Internasional, diyakini maskapai lainnya segera menyusul.

"Kalau sudah Garuda masuk, maskapai lain pasti masuk. Tinggal nanti bagaimana penerbangan ini (Internasional Flight) bukan hanya ke Singapura saja, tapi negara-negara lainnya, sehingga semakin banyak penerbangan Internasional semakin banyak wisatawan mancanegara masuk ke Belitung," bebernya.

Namun, kata Sanem, rencana penerbangan tersebut tetap menjadi ke khawatiran oleh pelaku wisatawan di Belitung.

Hasil survey mereka, penginapan atau hotel yang ada di Belitung saat ini masih kurang untuk menampung wisatawan.

"Itu yang menjadi problem sekarang ini, mereka berharap nanti tiga hotel yang sekarang sedang dibangun, Sheraton, Swiss-Belhotel, Wings, termasuk juga salah satu hotel Aston pada awal November bisa di operasionalkan," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved