Gubernur Babel Paparkan Potensi dan Kekurangan Babel Dihadapan Peserta ICoMA

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyambut baik ICoMA yang digagas oleh Universitas Bangka Belitung, Kamis (13/9/2018).

Gubernur Babel Paparkan Potensi dan Kekurangan Babel Dihadapan Peserta ICoMA
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Gubernur Babel foto bersama dengan peserta dan keynote speaker ICoMA di Hotel Sool Marina, Kamis (13/9/2018). 

POSBELITUNG.CO-- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyambut baik International Conference on Maritime and Archipelago (ICoMA), yang digagas oleh Universitas Bangka Belitung, Kamis (13/9/2018).

Dalam kesempatan itu, Erzaldi memaparkan tentang kondisi kelautan di Babel yang memiliki sekitar 900 lebih pulau-pulau kecil, baru 400 diantaranya bernama dan baru 50 pulau yang berpenghuni kepada ratusan peserta seminar baik nasional maupun internasional.

Erzaldi juga menyampaikan tentang potensi Babel, untuk memiliki pelabuhan internasional yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan juga bisa menekan inflasi.

"Ini adalah seminar internasional tentang maritim archipelago yang pertama di Indonesia. Tema ini diambil karena Babel ini adalah Provinsi Kepulauan dengan berbagai permasalahan tidak bisa disamakan kebijakannya dengan Provinsi daratan makanya seminar yang mengkhususkan tentang kelautan dan kepulauan," katanya usai membuka acara.

Ia menjelaskan Babel saat ini mutlah membutuhkan pelabuhan besar, tidak hanya untuk membuka jalur tapi juga untuk meningkatkan distribusi barang sehingga dapat menekan inflasi.

"Kita mutlak butuh pelabuhan yang lebih besar dengan memanfaatkan kedalam laut yang ada di Babel, samapi sekarang pelabuhan kita hanya dpaat menampung kapal yang dibawah 2500 GT, kalau itu masih tetap seperti itu, saya tidak berani menjamin pembangunan di kita akan cepat, saya jamin inflasi akan tumbuh," ujarnya.

Ia berharap melalui konferensi ini, para peneliti dan ilmuwan dapat memberikan masukan terhadap Babel dengan berbagai potensi baik kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki.

"Kita minta bantuan para ahli, meskipun ini sudah terbukti dari sejak zaman Belanda dan banyaknya harta karun yang tenggelam di Babel, bukti alam itu sudah bisa bagi kita untuk mengambil suatu kebijakan. Tapi kalau sekarang harus diteliti betul, di survei, dan dipelajari sehingga Investasi yang besar tidak mubazir terbuang," katanya.

Erzaldi juga meminta masukan dari para ahli untuk pengembangan Babel kedepannya.

"Kita harapkan lagi dengan seminar ini para ahli yang mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan itu bisa dibahas dan dicari solusi. Bagaimana menggali dan memanfaatkan yang ada di Babel," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help