ADVERTORIAL

Disbudpar Beltim Gelar Maras Taun di Desa Tanjung Kelumpang, Wabup Beltim : Jaga Identitas Daerah

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bersama masyarakat Desa Tanjung Kelumpang

Disbudpar Beltim Gelar Maras Taun di Desa Tanjung Kelumpang, Wabup Beltim : Jaga Identitas Daerah
Posbelitung.co/ist
MEMOTONG LEPAT Wakil Bupati Beltim Burhanudin bersama dukun kampung Desa Tanjung Kelumpang didam­pingi Kabid Kebudayaan Disbudpar Beltim Linda Theodore, dan Kades Tanjung Kelumpang memotong lepat pada acara perayaan maras tahun, Kamis (13/9/2018). 

POSBELITUNG.CO - DINAS Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bersama masyarakat Desa Tanjung Kelumpang, Kecamatan Simpang Pesak, menggelar tradisi tahunan maras taun, Kamis (13/9/2018).

Maras taun dipusatkan di rumah dukun kampung Desa Tanjung Kelumpang. Di depan rumah dukun kampung disiapkan pondok adat. Ritual maras tahun dipimpin dukun kampung Desa Tanjung Kelumpang Haryadi.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Beltim Burhanudin, perwakilan DPRD Beltim Marwan, Kabid Kebudayaan Disbudpar Linda Theodore, Danramil Manggar Tri Joyo, Kapolsek Dendang Iptu Wawan, Kades Tanjung Kelumpang Candra Kusuma, serta tamu unda­ngan lainnya. Maras taun di Desa Tanjung Kelumpang juga bersamaan dengan menyambut momen Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah.

Wakil Bupati Beltim Burhanudin mengatakan adat maras taun merupakan warisan budaya turun temurun, yang setiap tahun dilaksana­kan sebagai tanda syukur masyarakat kepada Sang Pencipta atas anugerah yang diberikan.

“Kita berkumpul pada hari ini (kemarin-red) untuk mempererat tali silaturahmi dengan harapan kegiatan maras taun ini terus terjaga kelestariannya. Maras taun adalah adat budaya yang merupakan identitas daerah kita, dengan harapan menjadi daya tarik atau simbol budaya asli Belitong sehingga dapat menjadi penunjang dalam dunia kepariwisataan, khususnya di Belitung Timur,” kata Burhanudin dalam sambutannya.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Beltim Linda Theodore mengucapkan syukur pelaksanaan maras taun berjalan dengan baik.

Menurut Linda, maras taun mempunyai esensi yang jauh lebih penting dari sekadar pesta adat, karena memiliki nilai pembelajaran yang berguna kepada semua masyarakat, untuk lebih mengutamakan kebersamaan, gotong-royong, mempererat silaturahmi, dan memperkuat persaudaraan antar anggota masyarakat.

“Masyarakat di sini kompak, ada kebersamaan satu dengan lain saling mendukung. Kami Dinas Pariwisata khususnya Bidang Kebudayaan, mendukung sekali kegiatan ini,” ucap Linda.

“Kita akan berusaha setiap tahun melaksanakan kegiatan ini, sehingga tradisi maras tahun tidak hilang. Mungkin tahun depan Disbudpar akan menyelenggarakan di tempat lain juga,” tambah Linda.

Para kegiatan maras taun ini juga diadakan hiburan pentas kesenian tradisional Belitung seperti, lesong panjang, begambus, hadra, campak darat, dan dul mulok.

Kades Tanjung Kelumpang Candra Kusuma menyampaikan, maras taun adalah tradisi untuk mengakhiri satu tahun yang telah dilewati dan memulai satu tahun yang akan dilewati, agar lebih ditingkatkan rejekinya dari Allah SWT. Maras taun juga merupakan wujud syukur masyarakat atas berkah yang diberikan selama setahun. (adv/q5).

Penulis: Suharli
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved