KPU Babel Disebut Lakukan Kecurangan, Ini Penjelasan dari KPU

Proses pencalegan saat ini hanya tinggal menunggu KPU Babel menetapkan daftar calon tetap pemilu 2019.

KPU Babel Disebut Lakukan Kecurangan, Ini Penjelasan dari KPU
(Bangka Pos / Hendra)
Davitri, Ketua KPU Propinsi Babel 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Proses pencalegan saat ini hanya tinggal menunggu KPU Babel menetapkan daftar calon tetap pemilu 2019.

Namun sebelum proses penetapan calon, KPU Babel masih saja meminta sejumlah perbaikan dokumen pencalegan.

Ketua DPD Partai Garuda Babel, Hangga Oktafandany kepada bangkapos.com, Jumat (14/9/2018) mengatakan permintaan perbaikan dari KPU Babel tersebut cukup mengganggu konsentrasi parpol. Sementata KPU sudah menetapkan DCS dan tinggal menunggu penetapan DCT.

"Saya melihat masih ada praktek-praktek curang oleh KPU dalam hal perbaikan dokumen caleg, misalnya sampai hari ini masih terjadi upload foto caleg, kan tahapan perbaikan sudah selesai dan clear," ujar Hangga.

"Jika KPU masih memberikan ruang perbaikan dapat dimungkinkan kecolongan perbaikan dokumen lainnya ini akan merugikan parpol tertentu," tandas Hangga.

Hangga juga menilai perbaikan dokumen yang dilaksanakan yang dilakukan KPU Babel pada tahapan persiapan DCT adalah tindakan ilegal oleh KPU.

"Saat ini kami masih mengumpulkan alat bukti dan saksi untuk mengukur kemungkinan dapat tidaknya oknum KPU untuk dipenjara melalui sanksi pidana," ujar Hangga.

Kami berharap tambah Hangga, malaprosedur ini bisa jadi pintu masuk untuk mempidanakan KPU. Karenanya KPU diminta juga agar transparan dan jujur dalam mengelola pemilu.

Terkait pernyataan tersebut Ketua KPU Babel kepada bangkapos.com, Sabtu (15/9/2018) bahwa setelah adanya penetapan DCS, tidak ada lagi KPU meminta perbaikan dokumen.

"DCS sudah kita tetapkan dan tidak ada KPU Babel meminta perbaikan dokumen. Dan kami bekerja tentunya sesuai dengan tahapan dan peraturan komisi pemilihan umum," kata Davitri.

Penulis: Hendra
Editor: Evan
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help