Siswa Kopassus Terbelalak Melihat Kolonel Moeng Menelan 6 Telur Ular Sanca Mentah, Lalu Ikut Makan!

Setiap prajurit Kopassus, walau hanya bersenjata sebilah pisau komando, harus bisa memenangkan pertempuran serta survive ketika sedang berada di hutan

Siswa Kopassus Terbelalak Melihat Kolonel Moeng Menelan 6 Telur Ular Sanca Mentah, Lalu Ikut Makan!
(kolase tribun jabar)
RPKAD dan Kolonel Moeng Pahardimulyo. 

POSBELITUNG.CO - Ada banyak tokoh legendaris Kopassus. Nama-nama yang muncul sejak 1960-an itu tetap harum sampai sekarang.

Satu di antara nama itu muncul pada 1964, saat Komando Pasukan Khusus masih bernama pasukan Resimen Para Komando Angkatan Darat ( RPKAD).

Saat itu, RPKAD pernah memiliki komandan yang terkenal keras dan disiplin.

//

Sang komandan itu juga dikenal gemar menerapkan hidup sederhana. Kolonel Moeng Pahardimulyo, namanya.

Satu di antara prinsip Kolonel Moeng yang sangat keras.

//

Setiap prajurit Kopassus, walau hanya bersenjata sebilah pisau komando, harus bisa memenangkan pertempuran serta survive ketika sedang berada di hutan selama berhari-hari.

 

Dalam soal survival, Kolonel Moeng memang bukan hanya bisa memberikan perintah. Dia langsung memberikan contoh nyata.

Siswa terbelalak

Suatu kali, Kolonel Moeng melaksanakan inspeksi ke lokasi pendidikan siswa komando di Citatah, Bandung, Jawa Barat.

Dalam suatu latihan survival, siswa komando berhasil menangkap ular sanca yang setelah dikuliti.

Ternyata terdapat sekira 20 telur di dalam perut ular sanca itu.

Prajurit Kopassus
Prajurit Kopassus ()

Telur sanca berbentuk untaian seperti batang rokok berderet memanjang itu masih terbungkus balutan lemak yang tebal.

Kolonel Moeng lalu mengambil enam untaian telur sanca dan lemaknya, lalu menelannya mentah-mentah dalam sekejap.

Semua siswa komando dan para instrukturnya hanya bisa terbelalak melihat ‘keganasan’ Kolonel Moeng saat menelan untaian telur sanca.

Resiman Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD). (Moh Habib Asyhad)
Resiman Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD). (Moh Habib Asyhad) ()

Para siswa dan pelatih hanya bisa menjawab, ‘Siap...!’, ketika diperintahkan untuk menelan telur-telur sanca yang masih terbalut lemak dengan cara seperti dilakukan oleh Kolonel Moeng. (Intisarionline/Sumber: Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, Hendro Subroto, Penerbit Buku Kompas, 2009)

Editor: khamelia
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved