Viral, Komandan Koramil Obati Pasien Strok dan Saraf Kejepit Secara Gratis

Pasien berbondong-bondong ke Markas Koramil 2101/Sukaraja Kabupaten Bogor untuk berobat stroke dan urat kejepit secara gratis

Viral, Komandan Koramil Obati Pasien Strok dan Saraf Kejepit Secara Gratis
WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Kapten Inf Tatang Taryono memijat kaki pasiennya, di Markas Koramil 2101/Sukaraja Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2018). 

POSBELITUNG.CO - ENDANG meringis kesakitan saat tangan Kapten Inf Tatang Taryono memijat kaki kirinya.

Sebuah elemen membungkus kaki kanan Endang. Di dalamnya kabel listrik tersambung ke stopkontak.

Setiap Sabtu dan Minggu serta hari libur, ratusan orang memenuhi markas Koramil 2101/Sukaraja Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

//

Seperti yang terlihat Sabtu (15/9/2018), para pasien sudah memenuhi markas koramil itu.

Abidin, dari Halmahera yang datang pada pukul 08.30, mendapatkan nomor antrean 98.

Abidin menderita saraf kejepit sehingga tangan kirinya tidak bisa diangkat.

Sedangkan Endang yang terus meringis, mengaku kakinya sakit dan selalu panas, setelah terjatuh dari perahu ke pantai, tiga tahun lalu.

Kapten Inf Tatang Taryono sehari-hari bertugas sebagai Komandan Koramil (Danramil) 2101/Sukaraja.

Ia terjun langsung menangani pasien yang terus berdatangan ke markasnya. Karena animo masyarakat begitu tinggi, ia menularkan ilmunya kepada para personelnya.

Ia menangani pasien di teras markas, sedangkan yang lain berada di dalam ruangan-ruangan di dalam markas.

Kemampuan ini didapatkan Tatang karena pengalaman sahabatnya.

Beberapa tahun lalu sahabatnya menderita meningitis yang sudah parah, lalu terkena setrum dari televisi, dan kondisinya membaik.

Pengobatan alternatif di Markas Koramil 2101/Sukaraja Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2018).
Pengobatan alternatif di Markas Koramil 2101/Sukaraja Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2018). (WARTA KOTA/ALEX SUBAN)

Ia mengkaji pengalaman itu dan terus belajar sembari menggabungkannya dengan ilmu bela diri Laduni yang dimilikinya.

Ilmu bela diri Laduni merupakan ilmu batin, perisai keimanan.

Bela diri ini banyak ditekuni di kalangan prajurit TNI dan dipraktikkan dalam peringatan Hari TNI tahun lalu di Cilegon, Banten.

Sejak tiga tahun terakhir, Tatang membantu banyak orang dengan terapi daya kejut listrik.

Pada pasien strok misalnya, daya kejut listrik tersebut membantu menghidupkan kembali saraf-saraf serta melancarkan darah.

 

Tak hanya warga sekitar Koramil Sukaraja yang datang mendapatkan terapi, tetapi banyak juga yang dari luar kota.

Evi, asal Cileungsi, juga datang untuk diterapi. Dengan bobot tubuh di atas 100 kilogram, ia sering merasakan sakit di kakinya, dan tak kuat berjalan.

Tampak juga seorang warga Singapura bernama Sulaiman, yang menunggu giliran terapi. Ia menderita strok sebelah mulai April lalu. Ia sudah mendapat terapi obat dari Jurong Hospital.

Saat ia berkunjung  ke Batam, dia rekomendasikan oleh kawannya untuk terapi di tempat ini.

Pengobatan alternatif di Markas Koramil 2101/Sukaraja Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2018).
Pengobatan alternatif di Markas Koramil 2101/Sukaraja Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2018). (WARTA KOTA/ALEX SUBAN)

Tak hanya warga biasa, aktor seperti Mat Solar hingga dokter juga mendatangi koramil ini.

Ribuan orang sudah mendapatkan manfaat dari terapi tersebut.

Doa, kata Tatang, adalah kunci keberhasilan mereka melakukan terapi.

"Itu kan yang terpenting, memohon kepada Allah yang menciptakan. Lalu dilanjutkan dengan terapi daya kejut," katanya

Tatang paham betul, banyaknya orang yang datang setiap hari libur ke tempat bekerjanya karena ingin mendapatkan kesembuhan.

Dan, semua tindakan yang diberikan oleh Tatang dan anggotanya kepada masyarakat tanpa dikenai biaya alias gratis.

Kapten Tatang dan personelnya melayani masyarakat di markas Koramil 2101/Sukaraja Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jalan Dharmais, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Mereka melayani masyarakat pada Sabtu, Minggu, dan hari libur pada pukul 08.00-20.00. (*)

Editor: khamelia
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved