Siswa SD Ikhlas Sisihkan Uang Jajan untuk Guru Berhonor Kecil, Kita Bisa Belajar Apa?

Para siswa secara sukarela menyisihkan uang jajan mereka untuk diberikan kepada guru yang masih berstatus GTT alias Guru Tidak Tetap (GTT).

Siswa SD Ikhlas Sisihkan Uang Jajan untuk Guru Berhonor Kecil, Kita Bisa Belajar Apa?
(KOMPAS.com/Markus Yuwono)
Siswa SD Mentel 1, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, mengumpulkan uang saku untuk membantu memberikan honor guru, Jumat (14/9/2018). 

POSBELITUNG.CO - Menumbuhkan kepedulian terhadap sesama di zaman mileneal saat ini bukanlah perkara mudah bagi guru di sekolah.

Namun, tantangan tersebut ternyata berhasil dijawab oleh para siswa dan guru di Sekolah Dasar Mentel 1, Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul, DIY.

Para siswa secara sukarela menyisihkan uang jajan mereka untuk diberikan kepada guru yang masih berstatus GTT alias Guru Tidak Tetap (GTT). Seperti diketahui, GTT hanya mengantongi Rp 100.000 per bulannya dari pemerintah.

Berikut fakta yang terungkap dari kepedulian para siswa di SD Mentel 1 di Gunung Kidul:

1. Inisiatif siswa untuk membantu guru

Ilustrasi uang receh dan uang koin rupiahSHUTTERSTOCK Ilustrasi uang receh dan uang koin rupiah

Ratusan siswa SD Mentel 1 menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk dimasukkan ke kantong plastik yang telah disediakan sekolah. Jumlahnya bermacam-macam, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 10.000.

Uang tersebut mereka sisihkan untuk membantu 8 guru GTT dan pegawai tidak tetap di SD tersebut.

Di SD tersebut, ada sekitar 158 siswa. Mereka berinisiatif untuk menyisihkan uang saku mereka lalu diakomodasi pihak sekolah dan Komite Sekolah.

"Uang ini nantinya untuk Bapak dan Ibu Guru, kasihan mereka tidak mendapatkan gaji layak dari pemerintah," kata Carisa Moniati, salah satu siswa, Jumat (14/9/2018).

2. Uang sukarela dikumpulkan setiap Jumat

Ilustrasi siswa SD. . Siswa SD Negeri 002 Peso, Bulungan yang terletak di pedalaman, melakukan kegiatan membaca di luar jam pembelajaran. Kabupaten Bulungan menjadi daerah pertama di Indonesia yang memasukan suplai buku bacaan anak kedalam komponen BOSDA. Dok Disdikbud Bulungan Ilustrasi siswa SD. . Siswa SD Negeri 002 Peso, Bulungan yang terletak di pedalaman, melakukan kegiatan membaca di luar jam pembelajaran. Kabupaten Bulungan menjadi daerah pertama di Indonesia yang memasukan suplai buku bacaan anak kedalam komponen BOSDA.
Halaman
123
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved