Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Dorong Generasi Milenial Gemar Membaca

DINAS Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupa­ten Belitung mengadakan Talk Show Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB)

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Dorong Generasi Milenial Gemar Membaca
Istimewa
HADIAH LOMBA-Ketua PD GPMB Kabupaten Belitung, Asmara Sahani Saleh menyerahkan hadiah kepada juara I pemenang lomba perpustakaan SD Negeri 17 Tanjungpandan. 

DINAS Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupa­ten Belitung mengadakan Talk Show Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB). Kegiatan bertema Peningkatan Budaya Literasi dan Literasi Politik di Era Generasi Milenial ini digelar Jumat (14/9) di aula Setda Belitung. Acara ini dihadiri para pelajar, pustakawan sekolah dan desa, duta-duta baca 2017 serta pengurus gerakan pemasyarakatan gemar membaca.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Rafeli mengatakan, minat baca masyarakat Belitung sudah cukup baik. Pihaknya pun telah mendukung lewat berbagai sarana baca di perpustakaan seperti buku-buku hingga komputer buat mengakses e-book.

“Perpustakaan desa jumlahnya juga sudah banyak. Di Belitung hanya sekitar enam desa yang belum memiliki perpus­takaan,” kata Rafeli.

Kasi Pengembangan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Septi Anggraheni menuturkan, gerakan gemar membaca diharapkan mampu mendorong minat baca terutama generasi milenial. Ia menilai, perkembangan teknologi mengurangi minat anak muda dalam membaca buku.

TALK SHOW-Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Rafeli bersama narasumbser Pustakawan Utama Perpusnas RI, Subeti Makdriani dan Wakil Bupati Belitung terpilih Isyak Meirobie dengan moderator Septi Anggraheni saat menghadiri Talk Show Gerakan Pemasyarakat Minat Baca di aula Setda Belitung, Jumat, (14/9)
TALK SHOW-Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Rafeli bersama narasumbser Pustakawan Utama Perpusnas RI, Subeti Makdriani dan Wakil Bupati Belitung terpilih Isyak Meirobie dengan moderator Septi Anggraheni saat menghadiri Talk Show Gerakan Pemasyarakat Minat Baca di aula Setda Belitung, Jumat, (14/9) (Istimewa)

“Literasi merupakan kemampuan memilih, memilah, dan menganalisa informasi agar dapat dipahami dan digunakan sebaik-baiknya. Apalagi bagi generasi milenial sebagai generasi brilian yang memasuki masa keemasan karena bertemu teknologi informasi, sehingga mereka perlu antisipasi agar tidak menyalahgunakan infor­masi,” jelasnya.

“Literasi sangat dibutuhkan segmen pemuda yang melek informasi dan siap menerima informasi agar mereka menjadi anak yang memanfaatkan teknologi dengan baik dan benar,” imbuh Septi.

Talk show dibuka Ketua Pengurus Daerah Gerakan Pemasyarakat Minat Baca (PD GPMB) Kabupaten Belitung, Asmara Sahani Saleh. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kegiatan tersebut serta berharap dapat memberikan stimulan energi positif bagi para pelajar. Pesatnya perkembangan teknologi informasi diharapkannya dapat menopang kecerdasan dan kemampuan anak-anak Belitung menjadi manusia yang cerdas ilmu juga budi pekertinya, sehingga menjadi masa depan yang berperan dalam pembangunan daerah.

“Tak lupa bagi orang tua agar memiliki semangat berliterasi agar dapat mendampingi tumbuh kembang anak sehingga menjadi generasi yang beriman, cerdas, dan hebat kedepannya,” ucap istri Bupati Belitung Sahani Saleh tersebut. (adv/q2)

 Narasumber Pustakawan Utama dan Wakil Bupati Belitung Terpilih

TALK Show Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) menghadirkan dua tokoh, yakni Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Subeti Makdriani dan Wakil Bupati Belitung terpilih Isyak Meirobie yang diundang sebagai sosok yang gemar membaca. Selain menyampaikan materi, keduanya juga memberikan motivasi bagi para pelajar siang itu.

“Menimbulkan keinginan dan memotivasi dari diri sendiri dapat menjadi cara agar peringkat literasi Indonesia yang hanya ke 61 dari 62 bisa diubah lebih baik,” kata Subekti.

Keluarga, satuan pendidikan hingga masyarakat pun memiliki peran penting dalam peningkatan literasi seseorang. Ia pun berpesan pada anak muda Belitung agar tak pernah lelah menggali potensi Belitung melalui buku-buku.

Sementara Isyak mengatakan, ke depannya akan mendigitalisasi bahan bacaan, sehingga minat baca bisa ditingkatkan karena bukan hanya dari melihat buku secara fisik tapi bisa diakses melalui gawai.

“Kalau perpustakaan nasional sudah ada tapi konten lokal kan belum ada, jadi bisa dibuat konten lokal Belitung, sehingga bisa melihat dari gadget (gawai) yang terkoneksi dengan buku-buku di tingkat nasional,” katanya.

“Kami juga akan minta perusahaan CSR yang berkaitan dengan buku. Juga membuat pondok baca di tempat strategis seperti hotel, warung kopi, dan tempat nongkrong anak muda,” ujar Isyak. (advertorial)

Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved