Mat Kanon Penari Kepercayaan Bung Karno yang Kakinya Terkena Granat

Mat Kanon, masih menjadi penari kepercayaan Bung Karno. Ia selalu ikut lawatan Bung Karno ke luar negeri untuk membawa misi kebudayaan.

Mat Kanon Penari Kepercayaan Bung Karno yang Kakinya Terkena Granat
KOMPAS.com/IKA FITRIANA
Rahmat Basroil alias Mat Kanon, penari sepuh yang masih melatih menari tari Jawa Klasik di Sawangan Kabupaten Magelang, Jumat (21/9/2018). 

POSBELITUNG.CO - "Kuncaraning bangsa dumunung haneng luhuring budaya" pesan yang selalu diingat oleh Rahmat Basroil alias Mat Kanon. Pesan ini disampaikan langsung oleh Presiden pertama RI, Soekarno, kepadanya sekitar tahun 1964 silam.

Ungkapan bahasa Jawa itu kurang lebih bermakna "tingginya derajat bangsa terletak pada budayanya".

Ketika itu, Mat Kanon, masih menjadi penari kepercayaan Bung Karno. Ia selalu ikut lawatan Bung Karno ke luar negeri untuk membawa misi kebudayaan. Ia dan kawan-kawannya menari Jawa klasik hingga wayang orang.

Mat Kanon kini berusia hampir 70 tahun. Namun, jiwa dan raganya masih bugar melakukan aktivitas seni olah tubuh tersebut. Seolah tak peduli dengan hingar bingar modernisasi dunia, terutama dunia seni dan budaya.

Nama Mat Kanon tersemat pada dirinya karena bekas luka di kakinya akibat granat (canon) penjajah ketika ia masih kecil. Luka itu pun tak membuat Mat Kanon surut mencintai seni tari.

"Seperti pesan Bung Karno, saya masih ingin melihat anak-anak sekarang tidak lupa dengan budayanya sendiri. Negara ini akan dihormati dunia kalau rakyatnya masih menjunjung tinggi budayanya," ungkap Mat Kanon, kepada Kompas.com, Jumat (21/9/2018).

Di usia senjanya, Mat Kanon masih aktif melatih anak-anak muda di sekitar tempat tinggalnya di Dusun Bulu, Desa Podosoko, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, untuk menari jawa klasik dan wayang orang. Kakek 13 cucu itu mengaku kerap rela tak mendapat upah demi tetap bisa menularkan ilmunya.

Kecintaannya pada dunia tari dimulai sejak usai Sekolah Rakyat (SR)--sekarang Sekolah Dasar (SD). Saat itu ia sering melihat pertunjukan wayang orang di kampung-kampung. Ia mulai belajar sendiri sampai menemukan guru tari.

"Saya belajar alami saja, terus bertemu dengan guru, ikut menari dari kampung ke kampung. Sampai SMP dan SMA saya sudah mengajar tari anak-anak," kisahnya.

Mat Kanon, saat melatih anak-anak di sekitar rumahnya di Desa Podosoko, Sawangan, Kabupaten Magelang, Jumat (21/9/2018).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Mat Kanon, saat melatih anak-anak di sekitar rumahnya di Desa Podosoko, Sawangan, Kabupaten Magelang, Jumat (21/9/2018).

Bertemu Presiden Soekarno

Halaman
123
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved