Depresiasi Rupiah Kali Ini Terlemah Sejak 20 Tahun Terakhir

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan, melemahnya rupiah terhadap dollar AS saat ini merupakan level terendah sejak 20 tahun terakhir.

Depresiasi Rupiah Kali Ini Terlemah Sejak 20 Tahun Terakhir
(THINKSTOCKS)
Ilustrasi rupiah dan dollar AS 

POSBELITUNG.CO--Depresiasi rupiah terhadap dollar AS masih belum berakhir. Pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (2/10/2018) nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp 15.042,05 per dollar AS di pasar spot Bloomberg.

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga mengatakan, melemahnya rupiah terhadap dollar AS saat ini merupakan level terendah sejak 20 tahun terakhir.

"Kelemahan ini kemungkinan didasarkan pada faktor eksternal dan kekhawatiran atas defisit transaksi berjalan mata uang negara yang semakin meluas menjadikannya krisis keuangan," jelas Lukman melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com Selasa (2/10/2018).

Dia menjelaskan, meskipun Bank Indonesia telah meningkatkan suku bunga acuan mereka BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebanyak 5 kali atau 150 bps sejak pertengahan Mei lalu nyatanya tidak mampu mempertahankan nilai tukar rupiah ataupu membatasi tekanan arus modal keluar.

Menguatnya dollar yang didukung ekspektasi kenaikan suku bunga bak sentral Amerika Serikat Federal Reserve serta diikuti ketegangan perdagangan AS dan China masih menjadi kunci utama yang memengaruhi kepercayaan investor.

"Rupiah dapat terdepresiasi lebih lanjut dalam waktu dekat. Sulit untuk memprediksi berapa banyak harga dapat tertekan lebih dalam jangka panjang, terutama ketika mempertimbangkan bagaimana rupiah sudah diperdagangkan di sekitar level yang tidak terlihat dalam 20 tahun," jelas Lukman.

//

Dia menambahkan, kondisi mata uang negara-negara berkembang termasuk Indonesia di minggu ini bisa semakin memburuk jika publikasi laporan tingkat tenaga kerja AS yang tertunda dipublikasikan.

"Masalah bisa menjadi lebih buruk untuk mata uang lokal minggu ini jika laporan pekerjaan AS yang tertunda mengalahkan ekspektasi pasar," ujar dia.

 
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved