Marak Beredar Informasi Dugaan Percobaan Penculikan Siswa di Pangkalpinang

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pangkalpinang mengeluarkan edaran bertanggal 1 Oktober 2018.

Marak Beredar Informasi Dugaan Percobaan Penculikan Siswa di Pangkalpinang
net
Ilustrasi penculikan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.CO, BANGKA‎POS - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pangkalpinang mengeluarkan edaran bertanggal 1 Oktober 2018.

Edaran ditujukan kepada seluruh Kepala PAUD/RA, SD sederajat, SMP sederajat di Kota Pangkalpinang.

Isinya adalah menanggapi maraknya informasi yang berkembang di masyarakat dan media sosial mengenai penculikan anak dengan menjemput siswa sepulang sekolah yang diperkirakan terjadi di beberapa sekolah.

Meskipun disebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada laporan resmi, Dindikbud Pangkalpinang tetap mengimbau sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan sebagai antisipasi.

Kepala Dindikbud Pangkalpinang Eti Fahriaty menjelaskan edaran tersebut dibuat berawal dari isu percobaan penculikan ya‎ng terjadi di SD N 3 Pangkalpinang beberapa waktu lalu.

Sejak kejadian itu, menurut Eti, informasi kemudian beredar di media sosial terus menyebar.‎

"Sejak dari SD 3 itulah yang marak. Dari sana baru menyebar," kata Eti dikonirmasi Bangka Pos, Rabu (3/10/2018).

Eti mengakui, isu indikasi dugaan percobaan penculikan ini baru muncul di‎ SD N 3 Pangkalpinang. Tetapi, setelahnya, ada belasan orangtua siswa dan sejumlah sekolah menanyakan hal ini kepada dirinya mengenai tindakan apa yang akan diambil Dindikbud Pangkalpinang.

Menurut dia, edaran tersebut adalah bentuk respons untuk meminimalisir kemungkinan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya‎ kasus seperti itu. Karena itu, meskipun sudah mereda, edaran tetap diperlukan.

"Kalau secara lisan, lewat WA grup kepala sering saya imba‎u, bahkan sebelum ada isu itu. Tapi setelah marak begini, kami perlu membuat edaran ini, kami juga minta ini ditempel di sekolah-sekolah," ujar Eti‎.

Dia juga mengimbau warga sekolah seperti kepala sekolah, satpam, dan orangtua siswa kompak dalam meningkatkan kewaspadaan.

"Hikmahnya bagi kami, mengingatkan lebih dini untuk waspada. Guru-guru jangan sampai pulang duluan, sementara anak-anak masih ada yang menunggu jemputan," ucapnya.‎ (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved