Dukcapil Belitung Geber Zero Suket

SEJAK Oktober 2016 hingga Februari 2017 lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Belitung telah

Dukcapil Belitung Geber Zero Suket
Pos Belitung/Jariyanto
WARGA hendak menukarkan surat keterangan (suket) pengganti KTP-el mendapat penjelasan dari pegawai Disdukcapil Belitung, Kamsi (4/10/2018). 

POSBELITUNG.CO - SEJAK Oktober 2016 hingga Februari 2017 lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Belitung telah menerbitkan sekitar 10.000 lebih surat keterangan (suket) pengganti Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

Langkah itu dilakukan akibat kekosongan blangko, sehingga tidak bisa melakukan pencetakan.

REMAJA putri memindai sidik jarinya yang merupakan rangkaian proses perekaman KTP-el di kantor Disdukcapil Belitung, Kamis (4/10/2018).
REMAJA putri memindai sidik jarinya yang merupakan rangkaian proses perekaman KTP-el di kantor Disdukcapil Belitung, Kamis (4/10/2018). (Pos Belitung/Jariyanto)

Kepala Disdukcapil Belitung Hotmaria Ida mengatakan, sepanjang 2017, pihaknya dua kali mengajukan permintaan blangko ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Rinciannya 8.000 keping pada April dan 4.000 blangko pada November. Tahun ini pun bertambah lagi sebanyak 2.000 keping.

PEGAWAI Disdukcapil Belitung memeriksa berkas warga yang mengurus dokumen administrasi kependudukan, satu di antaranya akta kelahiran, Kamis (4/10/2018).
PEGAWAI Disdukcapil Belitung memeriksa berkas warga yang mengurus dokumen administrasi kependudukan, satu di antaranya akta kelahiran, Kamis (4/10/2018). (Pos Belitung/Jariyanto)

"Ketika blangko sudah tersedia, suket kemudian ditukar, karena masa berlakunya cuma enam bulan. Nah yang jadi persoalan, sampai saat ini masih ada 2.086 pemegang suket belum menukar ke KTP-el," ujar Ida, Rabu (3/10/2018).

Kondisi ini, lanjutnya, menjadi sorotan pihak Direkorat Jenderal Dukcapil Kemendagri. Sebab pengajuan blangko peruntukannya mengganti suket. Sementara realisasi di lapangan belum beres hingga saat ini.

Sebaliknya, blangko terpakai untuk warga yang KTP hilang, rusak, rekam baru, maupun pindah jiwa ke Belitung. Namun stok masih mencukupi, bahkan untuk mereka yang masih memegang suket.

KESIBUKAN pegawai Disdukcapil Belitung di loket saat melayani masyarakat, Kamis (4/10/2018).
KESIBUKAN pegawai Disdukcapil Belitung di loket saat melayani masyarakat, Kamis (4/10/2018). (Pos Belitung/Jariyanto)

"Kami bisa saja terabas main cetak agar clear. Tapi kalau tidak diambil kan mubazir. Karena begini, permasalahan yang kami identifikasi itu terdampak pemekaran wilayah, sehingga alamatnya sudah bukan wilayah itu lagi. Ada juga karena tidak ada atau belum tahu golongan darahnya," ucap Ida.

Saat ini, tambah Ida, blangko masih ada 3.060 keping. Jadi apabila dikurangi 2.086 pemegang suket, riilnya tersisa 974, sehingga angka yang harus dipertangungjawabkan ke pusat semakin minim.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Belitung Hotmaria Ida menyampaikan arahan saat penyerahan data penduduk yang belum melakukan perekaman KTP-el kepada petugas registrasi media, akhir Agustus 2018 lalu. Selain belum merekam, dukcapil kini disibukkan mengenai pemegang suket yang belum juga menukar menjadi KTP-el
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Belitung Hotmaria Ida menyampaikan arahan saat penyerahan data penduduk yang belum melakukan perekaman KTP-el kepada petugas registrasi media, akhir Agustus 2018 lalu. Selain belum merekam, dukcapil kini disibukkan mengenai pemegang suket yang belum juga menukar menjadi KTP-el (Istimewa)

Agar tidak menjadi ganjalan dalam memaksimalkan program di Disdukcapil Belitung, sejumlah langkah sudah dilakukan. Bahkan menyiapkan upaya lain demi mencapai zero (nol) suket.

Halaman
123
Penulis: Jariyanto
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved