Beredar Kabar Penculikan Anak di Bangka Belitung Hoax atau Fakta? Inilah yang Terjadi Sebenarnya

Kabar penculikan anak akhir-akhir ini meresahkan publik. Apakah kabar itu merupakan fakta atau informasi tidak benar

Beredar Kabar Penculikan Anak di Bangka Belitung Hoax atau Fakta? Inilah yang Terjadi Sebenarnya
net
Ilustrasi penculikan 

"Hoax itu. Saya juga kaget ada laporan intelkam katanya bocor. Itu tidak benar infomasinya." kata AKBP Iman Risdiono Septana, Rabu (3/10/2018).

Ia menuturkan jika mendapat infomasi dari masyarakat adanya isu percobaan penculikan, pihaknya langsung menyelidik kebenaran informasi. Namun sejauh ini, belum ada laporan mengenai percobaan penculikan. 

Iman juga sudah menyampaikan ke bidang Binmas agar menyampaikan ke sekolah-sekolah mengenai infomasi hoax itu. Dirinya memastikan, untuk saat ini wilayah Kota Pangkalpinang dalam suasana kondusif.

Lebih lanjut, dikatakan Kapolres Resor Pangkalpinang melalui polsek-polsek dan Bhabinkamtibmas, akan memberikan kegiatan-kegiatan di sekolah dasar maupun menengah pertama di Pangkalpinang. Hal ini untuk meredam isu yang beredar dan mendinginkan suasana akibat adanya berita hoax beberapa waktu lalu.

5. Pelaku Isu Penculikan Anak Dapat Dijerat dengan UU ITE

Adanya informasi di media sosial mengenai isu percobaan penculikan anak, terutama anak sekolah dasar di wilayah Pangkalpinang, Kapolres PangkalpinangAKBP Iman Risdiono Septana mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan isu tersebut. Sebab setelah pihak kepolisian menyelidiki infomasi itu, berita yang disebarluaskan ternyata hoax.

Kapolres menegaskan bagi oknum terbukti menyebarluaskan infomasi yang bersifat hoax atau tidak bisa dibuktikan kebenarannya, pihak Kepolisian Resor Pangkalpinang akan menindaktegas.

Tim patroli cyber dari satuan Intelkam akan dikerahkan jika mendapati laporan adanya isu tidak benar yang meresahkan masyarakat untuk mencari pelaku. Apabila terbukti bersalah, pelaku dapat dikenakan UU ITE.

Iman mengimbau agar orangtua tidak panik dan mudah terpengaruh dengan isu yang belum tentu kebenarannya, apalagi sampai menyebarluaskan di media sosial.

"Kita sampaikan ke orangtua dan guru agar dapat meredam isu ini. Tidak benar adanya laporan percobaan penculikan, anggota sudah turun dan menyelidiki hal tersebut." sahutnya, Rabu (3/10/2018).

Dirinya juga menyampaikan pada guru-guru di sekolah, agar memantau setiap siswanya pada saat pulang sekolah. Juga harus mengetahui siapa yang menjemput anak tersebut. (*)
 

Penulis: teddymalaka
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help