Coba Melarikan Diri, Pengedar Sabu Ini Tak Berkutik Saat Diciduk Polisi

Pernah mendekam dibalik jeruji besi, nyatanya tak membuat Ridwan (47) jera. Residivis narkotika ini kembali berulah

Coba Melarikan Diri, Pengedar Sabu Ini Tak Berkutik Saat Diciduk Polisi
Istimewa
Ridwan alias Fren, berperan sebagai pengedar sabu ditangkap satuan narkoba Polres Pangkalpinang, Selasa (9/10/2018) 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Pernah mendekam dibalik jeruji besi, nyatanya tak membuat Ridwan (47) jera.

Residivis narkotika ini kembali berulah, namun kali ini ia tak bisa berkutik dari sergapan Satuan Narkoba Polres Pangkalpinang, dalam saku celananya ditemukan paket narkotika jenis sabu.

Pria yang sudah menjadi target operasi pihak kepolisian ini, tak berkutik saat dicokok di kediamannya Jalan K.H Abdullah Addari, Kelurahan Masjid Jamik, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang, Selasa (9/10/2018).

Gerak-gerik Ridwan alias Fren, yang kerap melakukan transaksi maupun memakai barang haram ini, rupanya dilaporkan oleh masyarakat ke aparat kepolisian. Penangkapan pun dipimpin Kasat Narkoba Polres Pangkalpinang, AKP Rudolf Sitorus bersama personilnya.

"Sekira jam 16.00 WIB, Satnarkoba Polres Pangkalpinang mendapat informasi bahwa di rumah tersangka Fren sering terjadi transaksi narkoba dan memakai narkoba. Kami pun langsung neluncur ke TKP. Ternyata pada saat anggota kesana, tersangka ini tahu dan mencoba melarikan diri. Namun dengan sigap ia kami tangkap dan tidak bisa berkutik," jelas AKP Rudolf, mewakili Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman Risdiono Septana, Rabu (10/10/2018).

Polisi pun menemukan sejumlah sabu disaku celana tersangka. Kemudian Satnarkoba kembali melakukan penggeledahan ke rumah tersangka. Aparat kepolisian turut mengamankan barang bukti milik tersangka, yakni satu paket kecil yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,93 gram dan dua paket kecil sabu dengan berat 2,10 gram.

Selain itu, diamankan barang bukti berupa satu buah kotak permen warna hitam, dua buah plastik warna hitam, satu lembar kertas yang menggunakan perekat berwarna kuning dan satu it handphone jenis samsung warna abu-abu.

Tersangka Fren terancam hukuman pidana diatas lima tahun.

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Evan
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved