Ingat Es Jajak Populer Tahun 2005, Kini Dijadikan Ladang Beramal oleh Warung Perenggu

Ingat dengan makanan ringan es jajak dan es potong?. Es tersebut kini sudah sulit ditemui atau dijumpai, lantaran perubahan

Ingat Es Jajak Populer Tahun 2005, Kini Dijadikan Ladang Beramal oleh Warung Perenggu
Pos Belitung/Disa Aryandi
Yulianti, Rabu (11/10) menunjukan es jajak dan es potong di sebuah kulkas yang ada di warung perunggu

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ingat dengan makanan ringan es jajak dan es potong?. Es tersebut kini sudah sulit ditemui atau dijumpai, lantaran perubahan zaman.

Es ini populer pada tahun 2005 kebawah dan biasa didapat saat jajan di sekolah. Es itu menjadi salah satu makan khas Belitung dan bisa dijadikan sebagai bentuk makanan nostalgia.

Sekarang tidak sulit untuk mendapatkan es tersebut. Cukup datang ke warung Perenggu, terletak di Jalan Lettu Mad Daud, Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan. Warung ini memproduksi Es Jajak dan Es Putong dengan berbagai rasa.

Sejak dibuka bulan Oktober 2017, pemilik warung tersebut menjual es yang sudah langkah ini sekitar bulan Desember 2017. Produksi es tersebut kini sudah mencapai 1000 potong setiap hari, dan penjualan telah mencapai Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung.

"Ya insipirasi nya karena kami ingin membangkitkan kembali makan - makanan tempo dulu. Ya salah satu nya es jajak dan es potong ini. Disini juga kami ingin mengangkat budaya lama kembali," ucap Yulianti (41) dan Nugroho (30), pengelola warung Perenggu tersebut, Rabu (11/10) ketika berbincang-bincang dengan Posbelitung.co.

Jenis rasa es tersebut, kacang hijau, ketan, coklat, dan jeruk. Sebelum dipasarkan ke konsumen, mereka harus melakukan eksperimen terlebih dahulu sebanyak dua kali. Yang mencobanya adalah keluarga dari warung Perunggu ini.

"Setelah pas rasanya, baru kami berani menjual dan alhamdulillah sekarang selain kami menjual di warung ini, kami juga menjual keliling. Sudah ada lima yang menjual keliling, sampai ke Gantung (Beltim). Setiap hari kalau yang ke Gantung itu 330 potong," ujarnya.

Mereka sekarang ini, masih terus ingin mengembangkan produksi es Jajak dan Es Potong tersebut. Berbagai cabang untuk memasarkan produk tersebut kini masih terus dicari oleh mereka. Harga nya satu es tersebut Rp 2.000,-.

Yang paling menarik dari warung keluarga ini, hasil dari keuntungan mereka secara keseluruhan dikumpulkan untuk membantu masyarakat kurang mampu. Setiap bulan penghasilan usaha mereka dibelikan ke beras dan sembilan bahan pokok (sembako).

Lantas beras, dan sembako tersebut dibagikan kepada masyarakat kurang mampu sebagai ladang beramal. Selain penjualan es tersebut, hasil warung itu diperuntukan untuk beramal.

"Jadi disini tidak ada sistem gaji, kami kesepekatan keluarga seperti ini dan memang untuk beramal. Kadang memang tidak ada orang yang percaya, tapi inilah yang kami lakukan. Kedepan juga kami ingin menjual jajak (kue) asli Belitong," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help