Ambulans Puskesmas Tak Boleh Dipinjam saat Warga Meraung Kesakitan, Ini yang Dilakukan Opat

Warganet pemilik akun Facebook Opat mengeluhkan lambannya prosedur penggunaan ambulans di Puskesmas Selindung Kota Pangkalpinang.

Ambulans Puskesmas Tak Boleh Dipinjam saat Warga Meraung Kesakitan, Ini yang Dilakukan Opat
(BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN)
Kantor Puskesmas Selindung, ‎Jumat (12/10/2018) 

POSBELITUNG.CO--‎Warganet pemilik akun Facebook Opat mengeluhkan lambannya prosedur penggunaan ambulans di Puskesmas Selindung Kota Pangkalpinang. Hal Ini ia curahkan pada postingan akun facebooknya pada 11 Oktober 2018 pukul 11.48.

Sejak diposting hingga Jumat (12/10/2018) pukul ‎11.19 WIB, postingan itu telah dibagikan sebanyak 63 kali, mendapatkan 240 komentar, dan 306 merespons dengan emoji.

"Maaf ku cuma nek berbagi‎ pengalaman ku hari ni. Dan kekecewaan ku sebagai masyarakat kecil terhadap kinerja dan pelayanan dr puskesmas selindung," tulis Opat pada akun facebooknya.

Dia meminta OPD terkait menegur pelayanan di Puskesmas Selindung. Kekecewaanya itu berawal saat datang ke puskesmas sekitar pukul 10.30 untuk keperluan berobat.

Opat menyebut, ‎setengah jam menunggu karena petugas yang akan mengobatinya tak ada, datang seorang warga yang meminta tolong meminjam ambulans karena ada pasien yang jatuh dari kamar mandi.‎

"Kepala e sakit keras. Dan jawaban pegawai di situ, sopir gak ada. Gak masuk. Jd ku sbagai manusia dan sesama masyarakat niat bantu karna ku juga pck nyopir. Ku menawarkan diri nek ngantar pasien ke rumah saket. Karna petugas di UGD nyuruh lgsg di bawa krumah sakit," tulis Opat masih di kolom statusnya.

Ia dan warga tadi mengaku berkali-kali memohon agar bisa meminjam ambulans puskesmas untuk segera mengantar pasien yang disebut sudah meraung kesakitan sambil memegang kepalanya.

 "Karna terlalu bertele2 ku nanya agik kk petugas dsitu boleh ape dk make ambulan. Cmane nasib korban ni. Dan jwban petugas dsitu membuat ku terkejut dan merasa kecewa. "Si keluarga korban disuru Cari angkot atau memesan grab" ," tulis dia.

Menurut Opat, pelayanan seperti itu terasa konyol dan tidak ada hati nurani. Apalagi pasien bukan peserta BPJS dan merupakan masyarakat kecil.

Ia akhirnya berinisiatif menelepon temannya dan meminjam mobil untuk mengatar pasien tersebut ke RSUD Provinsi Babel.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved