Cari Komoditi Laut Rp 2,5 Juta per Kg, Ini Kisah Penyelam Tradisional Belitong di Kedalaman 35 Meter

Tripang atau dalam Budaya Belitong disebut gamat merupakan salah satu komoditi laut yang harganya mencapai jutaan rupiah per kilogram

Cari Komoditi Laut Rp 2,5 Juta per Kg, Ini Kisah Penyelam Tradisional Belitong di Kedalaman 35 Meter
posbelitung.co/Wahyu Kurniawan
Suhai, penyelam tradisional Belitong dari Desa Suak Gual. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Tripang atau dalam Budaya Belitong disebut gamat merupakan salah satu komoditi laut yang harganya mencapai jutaan rupiah per kilogram.

Namun siapa sangka, untuk mendapatkannya para nelayan penyelam tradisional harus mempertaruhkan nyawa di dasar laut sedalam puluhan meter.

Suhai (38) berjalan dengan posisi badan membungkuk sambil menolehkan pandangannya ke bawah. Langkahnya tampak berat seperti sedang membawa beras puluhan kilogram.

Ia kemudian berjalan mundur beberapa langkah dan kemudian kembali melangkah maju dengan gerakan lambat seperti seorang pantomim.

Begitulah Suhai memperagakan cara kerjanya kepada Pos Belitung di dermaga nelayan Desa Suak Gual, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, (9/12) sore.

Pekerjaannya sebagai penyelam tradisional penangkap tripang tak jarang harus berhadapan dengan arus deras di kedalaman 30 meter.

Arus deras terkadang membuat penyelaman menjadi semakin beresiko karena langkah Suhai di dasar laut menjadi tidak stabil.

Menurutnya terpaan arus bawah laut yang deras biasanya langsung menimbulkan efek nyeri pada tubuh.

Beruntung selama 18 tahun menyelam, Suhai berhasil kembali ke permukaan dalam keadaan selamat.

“Yang kami cari itu utamanya adalah gamat super, besarnya bisa sampai seperti paha, sekilo harganya Rp 2,5 juta,” kata Suhai kepada Pos Belitung.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved