18 Provinsi di Indonesia Rawan Tsunami, BMKG Ingatkan Tak Perlu Nunggu Sirine Berbunyi Baru Berlari

Daerah yang telah dipasang alat ini daerah yang pernah mengalami bencana gempa bumi dan tsunami.

18 Provinsi di Indonesia Rawan Tsunami, BMKG Ingatkan Tak Perlu Nunggu Sirine Berbunyi Baru Berlari
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMo
Kerusakan di Desa Loli Saluran, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pasca gempa dan Tsunami, Rabu (3/10/2018). Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala mengakibatkan 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak. 

POSBELITUNG.CO - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengelola 52 unit sirine di 18 provinsi yang rawan bencana tsunami di seluruh Indonesia.

Sirine atau remote terminal unit (RTU) itu ada di 18 provinsi yang rawan terjadi bencana tsunami.

Sebaran sirene tsunami tersebut sebagai berikut:

Baca: Subhanallah, Jemaah Saksikan Gelombang Tsunami Setinggi Pohon Kelapa Melompati Kubah Masjid di Palu

  • Provinsi di Aceh 8 unit
  • Sumatera Barat 6 unit
  • Sumatera Utara 2 unit
  • Bengkulu 2 unit
  • Lampung 2 unit
  • Gorontalo 2 unit
  • Sulawesi Utara 2 unit
  • Sulawesi Tengah 1 unit
  • Papua 1 unit
  • Papua Barat 1 unit
  • Maluku 1 unit
  • Nusa Tenggara Timur 1 unit
  • Bali 9 unit
  • Jawa Timur 4 unit
  • DI Yogyakarta 2 unit
  • Jawa Tengah 2 unit
  • Banten 3 unit
  • Jawa Barat 2 unit
Peta sebaran sirine tsunami yang dipasang di 18 Provinsi di Indonesia. Daerah yang telah dipasang alat ini daerah yang pernah mengalami bencana gempa bumi dan tsunami.
BMKG Gorontalo
Peta sebaran sirine tsunami yang dipasang di 18 Provinsi di Indonesia.
Daerah yang telah dipasang alat ini daerah yang pernah mengalami bencana gempa bumi dan tsunami.

“Sirine tsunami dipasang di lokasi yang pernah terjadi bencana, di Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara pernah terjadi gempa da tsunami tahun 2008,” kata Indar Adi Waluyo, Kepala BMKG Gorontalo,Sabtu (13/10/2018).

Selain untuk keperluan BMKG, sirine juga untuk keperluan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sirine itu merupakan salah satu perangkat pendukung dalam peringatan dini datangnya tsunami di daerah.

“Early warning atau peringatan dini terbaik adalah diri sendiri. Jika dekat dengan pantai dan terjadi gempa besar, segera lari menjauhi pantai menuju tempat yang tinggi.

Tidak perlu menunggu sirine tsunami berbunyi baru berlari, karena bisa jadi banyak kendala teknis di lapangan,” kata Indar Adi Waluyo.

Di Gorontalo sejak tahun 2009 sudah dipasang 2 unit sirine tsunami,

Sirene itu terdapat di halaman parkir gedung Bele li Mbui Kota Gorontalo, dan di Desa Moluo Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memasang sirine tsunami ini, tidak harus mengharapkan BMKG.

Beberapa sirine yang dipasang di Yogya, Bali dan Sumatera Barat harganya tidak mahal,” kata Indar Adi waluyo.

Setiap tanggal 26 pada setiap bulan, sirene dibunyikan sebagai uji sirine yang bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. (Rosyid A Azhar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "18 Provinsi Rawan Tsunami di Indonesia Telah Dipasang Sirene".

 
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help