Kisah Yachter Australia, Habiskan Masa Tua Bersama Istri Berlayar di Laut Usai Pensiun

Pasca pensiun sebagai karyawan swasta, pria Australia tersebut memilih menghabiskan masa tuanya bersama istri di atas kapal Yacht.

Kisah Yachter Australia, Habiskan Masa Tua Bersama Istri Berlayar di Laut Usai Pensiun
Bangka Pos/Anthoni
Yacht milik peserta WSTI di Perairan Sadai, Bangka Selatan. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

POSBELITUNG.CO -  Sudah sejak tiga tahun silam, Patrick dan Istrinya menghabiskan waktu di laut.

Keduanya belayar bersama ratusan peserta Wonderfull Sail To Indonesia (WSTI) tahun 2018 mengarungi samudra menggunakan kapal Yacht.

Yacht merupakan kapal yang menggunakan bantuan layar dan digunakan untuk orang yang hobi berlayar.

Kamis (18/10/2018), puluhan peserta WSTI tiba di perairan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan.

Jumat (19/10/2018) pagi, rombongan dijamu Bupati Bangka Selatan H Justiar Noer beserta rombongan OPD dan PKK.

Tiba di pelabuhan kapal Ferry Sadai, peserta WSTI disambut tarian.

Para peserta sail menari dan berdansa, sebelum akhirnya ditutup dengan menyantap hidangan dan berpose bersama.

Pasca pensiun sebagai karyawan swasta, pria Australia tersebut memilih menghabiskan masa tuanya bersama istri di atas kapal Yacht.

Hobi tersebut sudah dilakoni Patrick dan isterinya sejak awal 2015 silam.

"Sejak pensiun kemarin, saya dan istri memilih menghabiskan waktu belayar mengarungi laut. Dan hobi itu telah kami jalani sejak tiga tahun belakangan ini," ujar Patrick belum lama ini.

Patrick mengenakan kemeja kotak-kotak dan kacamata saat diwawancara sejumlah awak media di Pelabuhan Sadai, Basel.
Patrick mengenakan kemeja kotak-kotak dan kacamata saat diwawancara sejumlah awak media di Pelabuhan Sadai, Basel. (Bangka Pos/Anthoni Ramli)

Diakui Patrick, dirinya telah belayar hampir ke seluruh negara, namun kelembutan dan keramahan yang paling nyaman disajikan masyarakat Sadai, Bangka Selatan.

Begitu juga dengan keragaman budaya dan wisata yang Patrick nilai tak kalah menakjubkan.

Di Sadai, Patrick dan rombongan bisa menghabiskan waktu dengan snorkeling, menyusuri pesisir pantai dan melihat langsung proses pembuatan perahu nelayan.

"Saya sudah belayar hampir keseluruh negara. Cuma di sini (Sadai-red) keramahan masyarakat sangat luar biasa. Begitu juga dengan perangkat pemerintahannya, sejak kami tiba disini mereka sangat welcome dan bersahaja," ujar patrick kepada harian ini, Jumat (18/10/2018)

Penulis: oni
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved