Gendang Telinga Pecah Hingga Keracunan, Ini 7 Risiko Berbahaya Penyelam Ketika di Bawah Air

Syachrul Anto (48) anggota dari Indonesia Diver Rescue Team (IDRT) gugur saat proses pencarian korban Lion Air JT 610.

Gendang Telinga Pecah Hingga Keracunan, Ini 7 Risiko Berbahaya Penyelam Ketika di Bawah Air
pexels.com
7 Risiko Berbahaya Penyelam Ketika di Bawah Air 

Gendang Telinga Pecah Hingga Keracunan, Ini 7 Risiko Berbahaya Penyelam Ketika di Bawah Air

POSBELITUNG.CO - Syachrul Anto (48) anggota dari Indonesia Diver Rescue Team (IDRT) gugur saat proses pencarian korban Lion Air JT 610.

Syachrul Anto meninggal karena alami dekompresi.

Sebelum meninggal Syachrul Anto sempat tak sadarkan diri.

Dikutip dari Antara, Selasa (6/11) menjadi seorang penyelam SAR seperti Syachrul Anto adalah pekerjaan mulia.

Namun siapa sangka, menyelam terutama di laut mempunyai risiko berbahaya bagi manusia.

1. Dekompresi

Dekompresi adalah gejala yang dapat memengaruhi penyelam atau orang lain (seperti penambang) yang berada dalam situasi yang melibatkan tekanan cepat penurunan suhu tubuh.

Dekompresi bisa terjadi jikalau tekanan bawah air yang meningkat tajam karena jaringan tubuh menyerap lebih banyak nitrogen.

Bahayanya jika tekanan itu tiba-tiba berkurang yang menyebabkan nitrogen menjadi gelembung berbahaya.

Halaman
1234
Editor: Evan
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved