Keponakan Setya Novanto dan Made Oka Dituntut 12 Tahun Penjara

JPU menuntut Irvanto Hendra Pambudi dan Oka Masagung dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp1 Miliar

Keponakan Setya Novanto dan Made Oka Dituntut 12 Tahun Penjara
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/5/2017). Irvanto Hendra Pambudi Cahyo yang juga keponakan Ketua DPR RI Setya Novanto ini, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong terkait kasus dugaan korupsi penerapan KTP elektronik. 

POSBELITUNG.CO - ‎Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut dua terdakwa kasus korupsi e-KTP, Irvanto Hendra Pambudi dan Pengusaha Made Oka Masagung dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

"Kami menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa satu Irvanto telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi bersama-sama. Menyatakan terdakwa dua, Made Oka Masagung terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi bersama-sama," ujar Jaksa KPK Wawan Yunarwanto saat membacakan surat tuntutan, Selasa (6/11/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam menuntut kedua terdakwa, jaksa KPK turut mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal-hal memberatkan ialah perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah yang masih memberantas korupsi.

//

Perbuatan kedua terdakwa juga dinilai berakibat masif menyangkut kedaulatan data kependudukan nasional, mengakibatkan kerugian keuangan negara yang sangat besar. Keterangan terdakwa selama di persidangan dan penyidikan dinilai berbelit-belit.

"Hal yang meringankan, kedua terdakwa belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya dan sopan selama menjalani persidangan," ungkap jaksa KPK, Wawan‎.

//

Atas tuntutan yang diterimanya, baik Irvanto Hendra Pambudi yang juga keponakan Setya Novanto dan Made Oka Masagung mengaku akan langsung menyiapkan pledoi atau nota pembelaan.

"Saya akan membuat pledoi. Saya buat sendiri, kuasa hukum buat sendiri," singkat Irvanto Hendra Pambudi.

 

Diakhir persidangan, Ketua majelis hakim Yanto menyatakan memberikan waktu sekitar dua minggu bagi Irvanto dan Made Oka serta kuasa hukum masing-masing ‎untuk membuat pledoi.

"Diberi waktu dua minggu, tanggal 20 November 201‎8. Karena itu tanggal merah jadi dimajukan tanggal 21 November 2018," tambah Hakim Yanto.

‎Diketahui ‎Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, yang juga mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, didakwa turut serta melakukan korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Dia didakwa bersama-sama dengan pengusaha Made Oka Masagung. Keduanya berperan menjadi perantara dalam pembagian fee proyek pengadaan barang atau jasa e-KTP ‎untuk sejumlah pihak.

Irvanto dan Made Oka juga turut serta memenangkan perusahaan tertentu dalam proyek itu. Atas perbuatannya, Irvanto dan Made Oka didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Keponakan Setya Novanto dan Pengusaha Made Oka Dituntut 12 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Penulis: Theresia Felisiani

Editor: khamelia
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved