Lion Air Jatuh

AKBP Mito Dikenal Pendiam dan Gampangan, Begini Maksudnya

Ada lima Kapolres di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yang ikut menyambut kedatang jenazah AKBP Mito

AKBP Mito Dikenal Pendiam dan Gampangan, Begini Maksudnya
KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA
Dian Anindita (37) istri AKBP Mito, di Hotel Ibis Cawang, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018). 

POSBELITUNG.CO, SEMARANG - Lima Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menyambut kedatangan jenazah AKBP Mito di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Selasa (6/11/2018).

AKBP Mito merupakan satu dari sekian banyak korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di Perairan Tanjung Karawang pada 29 Oktober lalu.

Mereka adalah Kapolres Brebes AKBP Sugiarto, Kapolres Demak AKBP Maesa Sugriwa, Kapolres Pemalang AKBP Agus Setiawan, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Kapolres dari Yogyakarta serta Kasubdit IV Ditintelkam Polda Jawa Tengah AKBP Guki Ginting.

Para Kapolres tersebut turut memindahkan peti jenazah almarhum AKBP Mito dari dalam kargo pesawat ke mobil jenazah Polda Jateng.

Kapolres Pemalang AKBP Agus Setiawan mengungkapkan sosok AKBP Mito sebagai seorang yang pendiam namun suka menolong sesama.

"Dia sederhana dan gampangan. Gampangan ini dalam artian gampang memberikan pertolongan. Saya kira teman-teman yang lain memiliki kesan yang sama untuk AKBP Mito," kata Agus.

Agus menuturkan AKBP Mito merupakan teman satu angkatan pada 1998 dari Akademi Kepolisian (Akpol).

"Kami menempa ilmu bersama selama tiga tahun. Kami turut berduka," ujar Agus.

Jenazah AKBP Mito tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Selasa (6/11) siang, sekitar pukul 14.30 WIB.

Jasad Kepala Bagian Perlengkapan Biro Sarana Prasarana Polda Babel itu diangkut dalam kompartemen kargo pesawat Batik Air ID 6356 rute Cengkareng-Semarang.

Halaman
123
Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved