Lion Air Jatuh

Hotman Paris Tantang Ahli Hukum Ungkap Kecelakaan Lion Air

Kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP rute Jakarta-Pangkalpinang, masih mendapat sorotan Hotman Paris Hutapea.

Hotman Paris Tantang Ahli Hukum Ungkap Kecelakaan Lion Air
Kompas.com
Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea memberikan tanggapannya mengenai Pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh pada, Senin (29/10/2018). (Kompas.com) 

POSBELITUNG.CO--Kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP rute Jakarta-Pangkalpinang, masih mendapat sorotan Hotman Paris Hutapea.

Dirinya bahkan menantang para ahli hukum Indonesia untuk bergerak mengungkap kasus, sekaligus mendampingi keluarga korban.

Tantangan itu disampaikan Hotman Paris Hutapea lewat akun Instagramnya @hotmanparisofficial;, Rabu (7/11/2018). Dirinya yang nongkrong di Kopi Johny menyinggung sikap para ahli hukum Indonesia yang hanya diam menyaksikan tragedi itu.

//

"Obrolan Kopi Johny, kepada ribuan profesor hukum dan doktor hukum yang sampai hari ini semuanya diam, tidak komentar untuk menolong para korban pesawat yang jatuh," ungkap Hotman Paris Hutapea mengawali postingan.

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, dirinya mempertanyakan prasangka di balik peristiwa nahas jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP  itu. Hotman Paris Hutapea juga turut mempertanyakan apakah keluarga korban dapat menuntut ganti rugi di luar santunan yang diatur undang-undang.

"Pertanyaan saya satu, apabila jatuhnya pesawat, apabila terbukti adanya unsur kelalaian atau ambisi mencari keuntungan sebesar-besarnya, apakah penumpang-keluarga korban berhak atas santunan atau ganti rugi atau asuransi yang tertera dalam undang-undang yang jumlahnya kecil?" tanya Hotman Paris Hutapea.

"Apakah mereka bisa menuntut triliunan seperti di luar negeri? Apakah pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata berlaku?" sambungnya.

Hotman Paris Hutapea pun menantang seluruh ahli hukum Indonesia untuk turun tangan mengungkap fakta di balik kasus tersebut. Dirinya menyinggung bahwa gelar profesor, doktor ataupun sarjana hukum, bukan hanya hiasan batu nisan semata.

"Ayolah kita manfaatkan dong, profesor, doktor, SH. Jangan nanti hanya dipajang di batu nisan, di sini dimakamkan profesor, doktor si ini. Ayo dong berbuat dong, dan harus punya nyali," ucap Hotman Paris Hutapea.

Sebelumnya, guna mengungkap kasus jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, Hotman Paris Hutapea mengajak kantor advokat asal Amerika Serikat untuk datang ke Indonesia membela para keluarga korban, untuk menggugat Boeing.

Ajakan itu disampaikan Hotman Paris Hutapea lewat akun Instagramnya @hotmanparisofficial; pada Rabu (31/10/2018) pagi.

Berlatarkan salah satu mobil mewahnya, Hotman Paris Hutapea yang mengenakan jas mahal dan bercincin emas itu, meminta Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP.

Karena, berdasarkan informasi yang diterimanya, pesawat nahas tersebut diketahui bermasalah sejak penerbangan Bali menuju Jakarta pada Minggu (28/10/2018). Namun, pesawat tetap dipaksakan terbang melayani penumpang tujuan Jakarta menuju Pangkalpinang.

"Hotman Paris 35 tahun telah menangani dan mungkin ribuan perkara. Salah satu teknik untuk meneliti kecelakaan Lion (Air) adalah pada hari sebelumnya dia (pesawat) berangkat dari Bali-Jakarta, landing sudah malam, katanya sudah bermasalah, tapi subuh-pagi sudah berangkat lagi, kapan waktunya dilakukan perbaikan atau penelitian. Itu adalah titik sensitif yang Menteri Perhubungan dan KNKT harus segera meneliti," bebernya.

Selain itu, Hotman Paris Hutapea meminta para pengacara asal Amerika Serikat berbondong-bondong datang ke Indonesia, untuk menangani kasus ini. Para pengacara yang dijuluki sebagai Ambulance Chaser itu diajaknya datang ke Jakarta untuk menemui keluarga korban.

"Yang kedua, para pengacara dari Ambulance Chaser asal Amerika waktunya datang menghubungi kolega korban, untuk kemungkinan gugat perusahaan Boeing. Ambulance Chaser para pengacara asal Amerika datang segera ke Jakarta," pinta Hotman Paris Hutapea.

Ambulance Chaser diketahui merupakan sebutan yang disematkan kepada para pengacara yang mengejar kasus, apabila terjadi suatu musibah atau bencana. Pengacara tersebut tidak segan menawarkan diri kepada keluarga korban atau pihak yang dirugikan untuk mendapatkan bayaran atas kasus yang dimenangkan. (*)

Editor: khamelia
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved