Potret Petani Lada Belitung, Dari Awal Tanam Sampai Siap Jual

Setelah lada mengering secara maksimal, proses selanjutnya adalah mengumpulkannya kembali ke dalam karung. Sebelum dimasukkan ke dalam karung...

Potret Petani Lada Belitung, Dari Awal Tanam Sampai Siap Jual
posbelitung.co/Wahyu Kurniawan
Seorang petani baru saja menjemur lada di halaman gubuknya di Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Tampak inset foto petani sedang menggotong lada dari tempat perendaman menuju gubuknya. 

POSBELITUNG.CO -- Pulau Belitung bukan hanya mengandung timah dan menjadi destinasi wisata saja.

Tapi juga ada banyak petani lada yang secara turun temurun menghidupi keluarganya dari hasil berladang.

Kalian mungkin sudah pernah melihat sejumlah wisatawan berfoto berlatarkan kebun petani  lada Belitung.

Nah, kali ini Pos Belitung akan mengajak kalian melihat lebih jauh tentang budidaya lada yang dilakukan oleh petani tersebut.

Umumnya petani Belitung memulai budidaya  lada dengan cara stek, ditanam pada sebuah batang rambat berukuran kecil yang disebut junjongan.

Penanam dilakukan dalam pola baris simetris yang luasannya menyesuaikan kondisi kebun dan kocek petani.

Kondisi lada saat awal tanam menggunakan stek batang.
Kondisi lada saat awal tanam menggunakan stek batang. (posbelitung.co/Wahyu Kurniawan)

Sebab setelah tumbuh semakin besar, lada membutuhkan batang rambat yang lebih besar.

Sebagian petani biasanya mendapatkan batang rambat berukuran besar dengan cara membeli dari penebang pohon tradisional.

Namun bila ingin mengurangi biaya, petani biasanya melakukan sendiri penebangan dan itu membutuhkan waktu serta tenaga yang tidak sedikit.

Pada sisi lain, masa pergantian batang rambat ini akan diiringi dengan panen perdana.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: asmadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved