4 Fakta Soal Fenomena Remaja Minum Air Rebusan Pembalut Sebagai Pengganti Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah mengungkapkan adanya fenomena baru. Mengonsumsi air rebusan pembalut untuk mendapatkan efek fly.

4 Fakta Soal Fenomena Remaja Minum Air Rebusan Pembalut Sebagai Pengganti Narkoba
net
Ilustrasi pembalut 

"Dari hasil pengujian YLKI 9 merek pembalut dan 7 merek pentyliner semua mengandung klorin dengan rentang 5 s/d 55 ppm.

Kandungan klor yang paling tinggi (54.73 ppm) pada merek Charm dan pada pantyliner kandungan 
klor tertinggi pada merek V Class (14,68 ppm), sedangkan kandungan terendah pada pembalut Softness standard Jumbo Pac (6.05 ppm) dan pantyliner Laurier Active Fit (5.87 ppm).

Tidak hanya uji lab kami juga menganalisa label produk pembalut dan pantyliner, data menunjukan sebagian besar (52%) produk tidak mencantumkan komposisi pada kemasan produk dan sebagian besar (57%) produk tidak mencantumkan tanggal daluarsa dan dari hasil pengujian serta analisa label bahwa pembalut dan pantyliner yang berasal dari kertas memiliki kadar klorin lebih tinggi dibandingkan yang berasal dari kapas," bunyi hasil pengujian yang disiarkan melalui siaran pers pada 2015 lalu.

Bukan hanya klorin, pembalut juga ternyata mengandung bahan lainnya, seperti bubuk Sodium Polyacrylate.

Bubuk ini berguna untuk menyerap cairan.

Sodium Polyacrylate memiliki kemampuan menyerap cairan sebanyak 200 hingga 300 kali massa dalam air.

Selain dalam pembalut, Sodium Polyacrylate juga digunakan dalam bahan pembersih dan deterjen karena memiliki kemampuan mengikat elemen air keras, seperti kalsium dan magnesium.

Berdasarkan penjelasan Sitty, tren minum air rebusan pembalut awalnya dilakukan secara coba-coba.

"Jadi kalau kita mengenal beberapa golongan Psikotropika diluar Narkoba, maka beberapa zat "temuan" para remaja ini termasuk kelompok eksperimen psikotropika," kata Sitty.

Dilansir Tribunnews dari Tribun Jateng, BNN Jawa Tengah mengungkakan tren minum air rebusan pembalut ini terjadi di beberapa kota dan kabupaten Jawa Tengah.

Sejumlah remaja yang mayoritas berusia 13-16 tahun dilaporkan menjadi 'pengguna' tren ini.

Kepala Bidang Pemberantasan BNN Jawa tengah, AKBP Suprinarto menjelaskan tren minum air rebusan pembalut ditemui di berbagai daerah di Grobogan, Kudus, Pati, Rembang, dan Kota Semarang bagian Timur.

Suprinarto menambahkan hingga saat ini ia belum bisa menindaklanjuti kejadian tersebut karena tidak ada dasar hukumnya.

(Tribunnews.com/Sri Juliati/Pravitri Retno W)

Editor: khamelia
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved