Ayo Bersama-sama Cegah Demam Berdarah

NYAMUK Aedes aegypti merupakan faktor utama pembawa penyakit demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, bahkan yang terbaru sebagai pembawa virus

Ayo Bersama-sama Cegah Demam Berdarah
Istimewa
Fogging 

Ayo Bersama-sama Cegah Demam Berdarah

NYAMUK Aedes aegypti merupakan faktor utama pembawa penyakit demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, bahkan yang terbaru sebagai pembawa virus zika. Dari laporan, hampir semua daerah perkotaan di Indonesia, ditemukan adanya nyamuk tersebut.

Saat ini penyebaran kasus DBD semakin meluas. Pada 2015, sebanyak 436 atau 85 persen kabupaten/kota di Indonesia dikategorikan endemis DBD.

Demam berdarah merupakan satu dari sejumlah penyakit menular yang utamanya menyerang anak-anak golongan umur kurang dari 15 tahun. Kondisi ini tentu saja sering menimbulkan kegelisahan dan membuat panik masyarakat.

Berjangkitnya demam berdarah tidak hanya menyebabkan kesakitan dan kematian. Menurut ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono, diperkirakan biaya pengobatan demam berdarah di Indonesia mencapai Rp 1,8 triliun per tahun. Beban biaya itu berdasarkan rata-rata angka kasus yang meliputi biaya rawat inap dan rawat jalan.

Angka itu belum termasuk biaya pencegahan setiap wilayah buat memberantas sarang nyamuk, pengasapan (fogging), maupun pemberian larvasida pembunuh jentik nyamuk. Jika setiap kabupaten/kota mengeluarkan Rp 500 juta per tahun, maka diasumsikan anggaran untuk seluruh Indonesia mencapai Rp 250 miliar.

Belum lagi ditambah beban biaya akibat hilangnya waktu produktif bekerja, sekolah, dan izin karena menunggui keluarga yang sakit juga dihitung. Berarti biayanya akibat demam berdarah kian tinggi. Bahkan perawatan pasien ini juga membebani layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Aedes aegypti merupakan nyamuk yang mempunyai habitat di permukiman manusia. Habitat stadium pradewasanya adalah pada wadah/ bejana buatan yang berada di dalam ataupun di luar rumah yang airnya relatif jernih.

Dapat dikatakan juga, manusialah yang memfasilitasi (mengundang) si nyamuk penyebar demam berdarah ini. Di mana ada air tergenang, di situlah tempat berkembang biak. Memindahkan virus dengue dari satu orang ke orang lain di lingkungan sekitarnya.

Jentik Aedes Aegypti biasanya ditemukan di tempat penampungan air seperti tempayan, drum/tangki air yang terbuat dari plastik ataupun besi, bak mandi, tanah padat (mengeras) yang terdapat pada pot tanaman, vas bunga, bahkan tempat minum di sangkar burung.

Halaman
12
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved