VIDEO: Audiensi Penolakan Berdirinya X-Bar di Belitung

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), Kamis (8/11/2018) melakukan pertemuan dengan perwakilan masyarakat RT 08, 09, 10 Kelurahan Tanjung Pendam

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), Kamis (8/11/2018) melakukan pertemuan dengan perwakilan masyarakat RT 08, 09, 10 Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan. Ada sembilan orang yang melakukan audiensi di ruang rapat Bupati Belitung tersebut. Sebagian dari mereka adalah pengurus Masjid di Kelurahan Tanjung Pendam.

Kedatangan masyarakat menemui orang nomor satu di Kabupaten Belitung itu, untuk menyampaikan aspirasi tentang penolakan rencana beroperasinya Xtream Bar atau X-BAR. 

"Ya sikap tegas, sebagaimana yang sudah ditegaskan masyarakat. Prinsip saya, segala sesuatu yang berkenaan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, kekuasaan tertinggi di tangan rakyat. Itu artinya, kalau masyarakat menolak, saya begitu juga," kata Sanem kepada Posbelitung.co, Kamis (8/11/2018).

Sebab, kata Sanem, jika masyarakat sudah melakukan penolakan, undang - undang atau peraturan apapun semua bisa gugur. Dasar utama pembentukan usaha adalah atas izin masyarakat sekitar.

"Kalau nanti mereka (X-BAR) beroperasi secara diam-diam, itu lain cerita, tetap kami ciduk, soalnya itu sudah bersifat ilegal. Ya semua usaha segala macam harus legal, dan secara legal artinya ada perlindungan dari pemerintah untuk masyarakat," ucapnya.

Apabila pengusaha tersebut tetap ingin beroperasi tanpa menghiraukan izin terhadap pemerintah, lanjut Sanem, mereka tetap akan bertindak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung akan digerakan bersama masyarakat setempat.

"Kami minta masyarakat juga nanti bergerak secara bersama-sama, jika mereka beroperasi tapi tidak mengantongi izin. Tentunya ini akan kami lakukan pengawalan, tapi yang jelas mereka sejauh ini belum ada izin," ujarnya.

Semula, Hartian Ramadhan salah satu perwakilan masyarakat yang menolak kehadiran X-Bar tersebut menyampaikan, kedatangan mereka bertemu dengan Bupati Belitung, untuk menyampaikan aspirasi tentang penolakan tersebut.

Sehingga persoalan ini tidak semakin mencuat, dan kepastian legalitas terhadap penolakan X-BAR tersebut didapat oleh masyarakat secara pasti.

"Yang dikhawatirkan ini, mereka tidak bergerak secara permisi kepada Ketua RT dan Kepala Lingkungan setempat. Belum lagi mereka (pihak X-Bar), menyampaikan undangan ada terus tanda tangan penerima, takut tanda tangan ini nanti disalahgunakan," kata Hartian.

Masyarakat juga meminta, lanjut dia, agar pemerintah melihat peraturan perizinan secara betul-betul. Sehingga tidak ada kekeliruan dan masyarakat mendapat kepastian tentang legalitas izin dari X-Bar tersebut.

"Terus kami juga minta kepastian, bahwa bapak Bupati Belitung tidak pernah memberi izin kepada pihak X-Bar, jangan sampai nanti kata pihak X-Bar bilang sudah diizinkan Bupati, ternyata tidak ada," pungkasnya. (*)

Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved