Datangi Lokasi Pembangunan Xreme Bar, MUI Temukan Dua Hal Ini

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Belitung sudah melakukan pengecekan secara langsung ke lokasi atau bangunan yang disebut-sebut rencana

Datangi Lokasi Pembangunan Xreme Bar, MUI Temukan Dua Hal Ini
Istimewa
MUI Kabupaten Belitung meninjau lokasi rencana beroperasi X-BAR di Jalan Patimurah, Kelurahan Tanjung Pendam 

Masyarakat Belitung ini sebetulnya cinta damai, wellcome, namun sepanjang orang itu punya etika. Kemudian juga punya komunikasi yang baik Insya Allah didukung masyarakat

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Belitung sudah melakukan pengecekan secara langsung ke lokasi atau bangunan yang disebut-sebut rencana beroperasi Xtreme BAR (X-BAR).

Mereka sudah melihat tekstur bangunan dua lantai tersebut, dan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Tanjung Pendam.

Ada catatan penting, hasil kajian MUI terkait konflik penolakan warga sekitar yang semakin mencuat. Salah satunya kurang komunikasi antara pihak X-BAR dengan masyarakat sekitar, dan dalam membuat usaha harus memiliki etika.

"Masyarakat Belitung ini sebetulnya cinta damai, wellcome, namun sepanjang orang itu punya etika. Kemudian juga punya komunikasi yang baik Insya Allah didukung masyarakat. Nah dua hal ini sebetulnya kenapa konflik itu terjadi," kata Sekretaris MUI Kabupaten Belitung Ramansyah kepada Posbelitung.co, Jumat (9/11/2018).

Kata Ramansyah, MUI tidak alergi dengan investasi dibidang hiburan, lantaran Belitung merupakan daerah pariwisata. Namun yang harus menjadi catatan, harus mengikuti berbagai peraturan yang ada, dan peraturan tersebut harus di akomodir.

"Nah tadi kami melihat dan mengecek di lapangan, mereka masih punya etika baik kedepan. Itu yang kami tangkap dilapangan, kalau MUI mengharamkan ketika itu dibangun (X-BAR) itu, memang benar adanya," ujarnya.

Menurut Ramansyah, dari segi tekstur bangunan untuk restoran dan tempat hiburan malam, sejauh ini belum memenuhi syarat. Terutama dari segi perizinan, yang hingga kini belum pernah diurus dari pihak tersebut sebagai legalitas.

"Ya kami selama ini hanya mendengar isu saja begini begitu, sewaktu dilapangan ternyata benar. Kami sejauh ini memang belum mengeluarkan fatwa, karena itu ini baru 'akan'. Tapi kalau kami lihat ada dua lantai dibangunan, terutama dilantai pertama, kemungkinan itu yang kurang pas, karena posisi tertutup kesannya," ucap dia.

Sebab, lanjut dia, bukan tidak mungkin gejala yang disangkakan oleh masyarakat tentang kehadiran X-BAR itu nantinya akan membawa dampak negatif. MUI saat ini, baru sebatas melakukan pencegahan terhadap konflik tersebut.

Halaman
12
Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved