Ini Kisah Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Indonesia dari Desa Air Seruk Belitung

Mahidin merupakan satu di antara lima orang yang tewas dalam peristiwa pertempuran melawan militer Belanda 25 November 1945 silam

Ini Kisah Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Indonesia dari Desa Air Seruk Belitung
posbelitung.co/kolase/facebook Sumantri Muhammad/Wahyu Kurniawan.
Sumantri, keponakan almarhum pejuang Belitong Mahidin. Gambar kanan tampak monumen perjuangan rakyat Belitong di KV Senang, pusat kota Tanjungpandan. 

POSBELITUNG.CO - Nama Mahidin Tedong terukir indah pada Monumen Perjuangan Rakyat Belitong yang berdiri di Kawasan KV Senang Tanjungpandan.

Namun kisah keluarga yang ditinggalkan Mahidin ternyata tak seindah ukiran di monument tersebut.

Mahidin merupakan satu di antara lima orang yang tewas dalam peristiwa pertempuran melawan militer Belanda 25 November 1945 silam.

Sebelum berangkat berperang, Mahidin berpamitan dengan dengan keluarga, termasuk adik kandungnya Muhammad yang kala itu masih anak-anak.

Kepada adik kandungnya itu, Mahidin mengatakan ingin berperang demi meraih kemerdekaan dari belenggu Belanda.

Sebab, setelah merdeka ia yakin kehidupan akan menjadi lebih baik di mana adiknya bisa bersekolah dan keluarganya bisa dapat bekerja tanpa paksaan Belanda.

Tak lama keluarga pun mendapat kabar, bahwa Mahidin menjadi salah seorang yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda.

Kenangan yang tersisa darinya hanyalah berupa pakaian yang sudah tercabik-cabik.

Kepergian Mahidin dalam kondisi tragis membuat keluarganya merasa terpukul.

Kondisi ini juga akhirnya membuat ayah kandung Mahidin yakni Daman mengalami gangguang kejiwaan.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved