Rudianto Tjen Upayakan Babel Dialiri Listrik Secara Merata

"Di awal Pak Jokowi menjadi presiden, saya cerita bila di Babel listrik itu siang pasti selalu mati. Malam kadang-kadang mati. Kita kesulitan ..."

Rudianto Tjen Upayakan Babel Dialiri Listrik Secara Merata
posbelitung.co.id
Rudianto Tjen bersama warga Sungailiat, Bangka Belitung. 

POSBELITUNG.CO -- Anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung (Babel) dari Partai PDI Perjuangan, Rudianto Tjen akan terus memperjuangkan agar seluruh wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bisa dialiri oleh listrik secara merata.

Menurutnya, di Babel masih 90% daerah yang sudah dialiri listrik, dan terdapat sekitar 10% lagi yang belum.

"Tapi sekarang sudah baik, walaupun mungkin belum 100 persen, tapi 90 persen masalah ini sudah terselesaikan," jelas Rudianto.

Mengenai listrik ini, dirinya menyebut akan langsung memperjuangkan hal tersebut pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rudianto mengatakan dirinya sudah pernah berbicara dengan Jokowi soal keadaan listrik di Babel pada tahun 2014. Saat itu, Rudianto mengatakan apa adanya kondisi di Babel yang masih belum merata aliran listriknya.

"Di awal Pak Jokowi menjadi presiden, saya cerita bila di Babel listrik itu siang pasti selalu mati. Malam kadang-kadang mati. Kita kesulitan listrik," terang Rudianto.

Rudianto juga menerangkan pada Jokowi bila saat itu ada pembangkit listrik di Babel, namun mangkrak 10 tahun.

Dirinya bersyukur karena Jokowi langsung mengeksekusi dalam waktu kurang dari setahun.

"Saya bilang (pada Jokowi) ada pembangkit listrik tapi mangkrak 10 tahun. Makanya Jokowi datang kesini, dia tinjau kesana," ucapnya.

"Dibilang pokoknya dalam kurang dari 1 tahun ini harus selesai," lanjutnya.

Rudianto sendiri mengatakan dirinya merasa senang karena saat ini listrik di Babel sudah teraliri oleh listrik walaupun belum seluruhnya.

Dirinya mengatakan bila ada pemadaman, hal itu karena jaringan bukan karena pembangkit.

"Alhamdulillah, sekarang listrik kita, mati kadang-kadang, mungkin karena jaringan tapi kalau dari pembangkit kita sudah cukup bahkan lebih," ucap Rudianto. 

"Tidak seperti dulu, malam hari kasihan anak-anak kita mau belajar tidak bisa, pagi-pagi kita bangun masih gelap karena tidak ada lampu," ucapnya. 

Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved