Sekolah Sehat Bukan Sekadar Lomba: Pemkab Beltim Dorong Program Perilaku Hidup Sejak Dini

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) setiap tahun mengadakan pembinaan sekolah melalui Lomba Sekolah Sehat

Sekolah Sehat Bukan Sekadar Lomba: Pemkab Beltim Dorong Program Perilaku Hidup Sejak Dini
ist
Lomba sekolah sehat 

POSBELITUNG.CO--Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) setiap tahun mengadakan pembinaan sekolah melalui Lomba Sekolah Sehat, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Tim pembina/penilai mencakup Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Beltim, dinas pendidikan, kementerian agama, dan tim pembina kecamatan.

Kegiatan bertujuan mengupayakan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mendukung terwujudnya lingkungan sehat di sekolah.

Demi percepatan pencapaian tujuan tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Beltim membuat inovasi Program Integrasi Kesehatan Anak Sekolah (PIKASE). Ini sebagai wadah berbagai kegiatan dan mendayagunakan kekuatan sekolah sebagai satuan mandiri dengan kepemimpinannya. Selain itu aktif melibatkan siswa dalam pelaksanaan pendidikan pembelajaran dan pembiasaan perilaku hidup sehat yang rutin dilaksanakan sesuai jadwal.

Program PIKASE diperkuat melalui kesepakatan kerja sama antara DKPPKB, kementerian agama, dan dinas pendidikan di Beltim. Harapannya dapat menjadi langkah awal upaya peningkatan model sekolah sehat yang secara berkelanjutan mampu mempraktikkan PHBS sesuai metode pembelajaran.

Kepala DKPPKB Beltim Muhammad Yulhaidir menjelaskan, sekolah sehat adalah program yang mendepankan pencegahan penyakit dan promosi kesehatan guna mencapai sehat secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual dalam meningkatkan produktivitas proses belajar mengajar.

“Tujuannya agar tercipta perilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan produktivitas peserta didik, peningkatan dan pengembangan pengetahuan sikap dan keterampilan peserta didik dalam menjalankan prinsip hidup sehat di sekolah, rumah dan masyarakat. Selain itu meningkatkan daya hayat dan daya tangkap terhadap pengaruh buruk penggunaan narkoba, obat, dan bahan berbahaya lainnya,” kata Yulhaidir, Jumat (9/11).

Ia menambahkan, kriteria penilaian sekolah sehat, di antaranya kebersihan dan ventilasi ruangan yang meliputi aspek kebersihan dan ruang, aspek ventilasi dan pencahayaan, serta aspek kepadatan ruang. Selanjutnya perlengkapan ruang UKS, meliputi ketersediaan berbagai jenis obat. Kemudian kantin sehat, mulai dari makanan yang dijual, penyajian, ada tidaknya petugas kantin, serta pencucian alat-alat makanan jual.

Berikutnya kamar mandi, WC, dan tempat cuci tangan. Terakhir pendidikan kesehatan sebagai penunjang.

“Gaya hidup sehat sangat penting diajarkan di sekolah dan penerapan sedini mungkin, karena kebijakan ini dapat memberikan informasi mengenai kesehatan promotif dan preventif. Berbicara triasnya UKS melalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatanm, serta pembinaan lingkungan, menjadi hal penting terutama dalam generasi berencana ke depan. Juga sebagai penunjang program gerakan masyarakat hidup sehat melalui pendidikan sekolah dan keluarga sebagai lini terdepan,” ucap Yulhaidir.

Halaman
123
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved