Pengamat Asing Sebut Presiden Jokowi Berubah Jadi Otoriter, Fahri Hamzah Beri Pesan Ini buat Timses

Pengamat Asing Sebut Jokowi Berubah Jadi Otoriter, Fahri Hamzah Sampaikan Pesan Ini untuk Timses

Pengamat Asing Sebut Presiden Jokowi Berubah Jadi Otoriter, Fahri Hamzah Beri Pesan Ini buat Timses
Kolase/Kompas.com
Fahri Hamzah mengomentari analisis pengamat yang mengatakan Jokowi kini otoriter. 

POSBELITUNG.CO -- Belakangan ini, ramai sejumlah publikasi kajian dan artikel yang ditulis pengamat asing yang menyebut Presiden Jokowi kini jadi seorang yang otoriter.

Hal itu disampaikan oleh pengamat asing, Matthew Busch dalam artikelnya yang berjudul Jokowi's Panicky Politics, yang ditulis di laman Majalah Public Affairs.

“Sekarang para kritikus dan para pendukung Jokowi sama-sama bertanya, seberapa aman sebenarnya (demokrasi) Indonesia dari kemunduran menjadi negara otoriter,” tulisnya.

Rupanya, pendapat pengamat asing tersebut ikut dikomentari oleh Fahri Hamzah.

Ia menyampaikan pesan kepada para pendukung Jokowi mengenai Jokowi di mata pengamat asing saat ini.

Dilansir dari laman hersubenoarief.com, para pengamat asing menunjuk tindakan Jokowi membubarkan HTI, pembubaran berbagai aksi gerakan #2019GantiPresiden, penggunaan instrumen hukum untuk menekan lawan politik, dan pelibatan kembali militer dalam politik sebagai indikator perubahan arah dan gaya pemerintahan Jokowi.

Baca: Kisah John Kei yang Mengaku Menyesali Perbuatan Masa Lalunya Kalau Saya Mati, Saya Mau Masuk Surga

Baca: Jusuf Kalla Sebut Istilah Politikus Sontoloyo dan Genderuwo Termasuk Kampanye Negatif

“Jokowi terbukti menjadi pemimpin yang tidak sabar dan reaktif. Dia dengan mudah tersentak oleh ancaman politik, dan seperti banyak politisi Indonesia, tampaknya nyaman menggunakan alat-alat tidak liberal untuk mempertahankan posisi politiknya,” tulis Eve Warburton dan Edward Aspinall dalam artikel berjudul “Indonesian democracy: from stagnation to regression? di laman The Strategist yang diterbitkan Australian Strategic Policy Institut (ASPI).

Tak hanya pendapat kedua pengamat itu, penulis juga menyertakan analisis dari pengamat lainnya, yang mana isinya hampir seragam.

Menurut Fahri Hamzah, hal ini harus segera dijawab oleh para pendukung Jokowi.

Hal itu disampaikan Fahri Hamzah di akun Twitternya, Rabu (14/11/2018) pagi.

Halaman
1234
Editor: asmadi
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved