Panwascam Gantung Sosialisasi Pengawasan Bagi Pemilih Pemula

Panwascam Gantung adakan sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi pemilih pemula dalam pemilu tahun 2019.

Panwascam Gantung Sosialisasi Pengawasan Bagi Pemilih Pemula
(Dok Istimewa panwas Gantung)
Anggota Panwascam Gantung saat melakukan sosialisasi di SMA N 1 Gantung. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Panwascam Gantung adakan sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi pemilih pemula dalam pemilu tahun 2019.

Kegiatan yang diadakan di SMA N 1 Gantung, bertujuan untuk memberikan wawasan kepemiluan dan memberikan pendidikan politik khususnya bagi pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu 17 April 2019 akan datang. kegiatan seperti ini juga akan dilakukan bergantian di setiap Panwascam se Kabupaten Beltim.

Materi sosialisasi disampaikan secara bergantian oleh Komisioner Panwascam Gantung. Adapun hasil yang diharapkan selepas sosialisasi adalah kesadaran pemilih pemula bahwa penting ikut menyalurkan hak pilih pada proses demokrasi melalui pemilihan umum.

"Sekolah dipilih karena kami berharap pemilih pemula mampu menjadi perpanjangan lembaga pengawasan yang meneruskan informasi sosialisasi tentang pengawasan dan Pemilu," kata Ketua Panwascam Gantung, Nora Eni Rachmi, Kamis (15/11/2018).

"Mudah-mudahan sepulang nanti ke rumah masing-masing, bincang-bincang dengan keluarga atau temannya, mereka meng-upload aktivitas ini di medsos mereka dan sebagainya," kata Nora.

Menurut Nora, pemilih pemula cenderung apatis, tidak tertarik politik dan jauh dari politik. Padahal, hampir setiap apa yang dirasakan masyarakat hari ini adalah dampak dari keputusan politik.

"Kami mendorong pemilih pemula agar gunakan hak pilih dengan datang ke TPS. Sebagai pemilih pemula, silahkan membuka diri pada saat ada sosialisasi kampanye yang dilakukan partai politik, datang dan mendengar apa-apa yang disampaikan," ajak Nora.

Anggota Panwascam Gantung Muhlis menganggap pendidikan politik penting bagi para siswa karena merupakan pemilih pemula (usia 17 tahun) yang jumlahnya sangat besar.

"Jumlah pemilih pemula di dalam daftar pemilih cukup signifikan. Khusus di Kabupaten Beltim saja jumlahnya sangat banyak, terutama yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya," sebut Muhlis.

Ia berharap, upaya pengawasan partisipatif akan berdampak pada jangka panjang atau setidaknya lebih baik pada pelaksanaan pemilu berikutnya.

"Kalau kita bisa menginformasikan ini dengan baik dan mereka mau aktif menjadi agen pengawasan, lima tahun lagi Pemilu kita agak ringan karena akan diisi orang-orang yang sudah paham," katanya.

Namun jika pendidikan politik bagi pemilih pemula tidak berjalan dengan baik maka tugas berat bagi jajaran pengawas pada pemilu selanjutnya.

"Pemilih pemula adalah pilihan utama bagi negara, pemilih pemula adalah penting bagi partai politik. Oleh karena itu, gunakan hak pilih sebagai pemilih pemula dengan bijak dan benar-benar sesuai diri sendiri," beber Muhlis. (*)

Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved