Asiknya Selfi di Kaki Bukit Eco Park Sungailiat

Rekreasi tak selalu harus di pantai. Masih banyak tempat lain pelepas lelah. Satu di antaranya, lokasi kaki perbukitan

Asiknya Selfi di Kaki Bukit Eco Park Sungailiat
(ist/grup alumni smpn 2 sungailiat)
Lokasi Wisata Selfie Eco Park Sungailiat. 

POSBELITUNG.CO-- Rekreasi tak selalu harus di pantai. Namun masih banyak tempat lain pelepas lelah. Satu di antaranya, lokasi kaki perbukitan. Destinasi wisata yang bakal hits tersebut bernama Eco Park Sungailiat

Kawasan ini instagramble dan bakal dibuka untuk umum pada Desember 2018 nanti. Lokasinya berada di kawasan Lubukelik, Jl Teuku Umar Desa Airuai Kecamatan Pemali, berbatasan dengan Kota Sungailiat.

Tempatnya cocok dijadikan lokasi selfi karena memiliki berbagai objek unik, nyaris dikeliling bebukitan hijau nan luas membentang sebagai latar swafoto. Selain itu, pengunjung bisa membeli dan memetik sendiri beraneka sayuran yang ditanam disana, seperti kangkung, sawi, dan bayam.

Ecopark wisata di sungailiat
Ecopark wisata di sungailiat ((ist/grup alumni smpn 2 sungailiat))

"Kebetulan saya sendiri sudah 18 tahun menetap di Bali. Idenya dimulai sejak tiga tahun yang lalu, dimana saya membeli lahan eks tambang seluas dua hektar di Jalan Teuku Umar Desa Airuai. Lokasinya di kaki Bukit Betung yang mempunyai view yang bagus. Dari situ niat ingin berbuat sesuatu untuk memajukan kampung halaman ini semakin besar," kata Eko Wahyudi, Owner Eco Park Sungailiat kepada Bangka Pos, Jumat (16/11/2018).

Lahan kritis eks tambang tersebut mulai digarap bersama patnernya Teguh Erwianto lima bulan lalu.

Lokasi ini ditanami tanaman buah lokal yang jadi unggulan masyarakat Bangka, seperti duren namlung (cumasi), nangkadak, mangga, jambu, dan lain-lain.

Mereka juga menghijaukan lahan eks tambang tersebut menggunakan tanaman lokal lainnya.

"Ini kami lakukan untuk mengingatkan dan membangkitkan emosi masa lalu para perantau untuk selalu ingat akan kampung halaman, yaitu buah kramunting, buah nasi-nasi, rukem, jambu bandar dan tanaman lainnya," kata Eko.

Ia memilih nama Eco Park Sungailiat karena memang sesuai dengan temanya yaitu pelestarian alam atau pemanfaatan lahan kritis eks tambang timah.

"Kita tahu bahwa kerusakan lahan eks tambang ini sangat parah sekali dan kami pun merasa tertantang untuk menghijaukan kembali lahan tersebut sesuai dengan kemampuan kami sekaligus memberikan hiburan untuk masyarakat," kata alumni SMAN 1 Sungailiat ini begitu optimis.

Eko Wahyudi dan istri.
Eko Wahyudi dan istri. ((ist/eko))

Di lokasi Eco Park Sungailiat ada 10 wahana foto selfi yang bisa dijajal para pengunjung. Mulai dari swing, kursi ayunan kayu, payung gantung, lampion gantung, lorong kayu, ayunan pohon, gapura dahan, dan kebun sayur. Mereka juga akan terus menambah wahana baru lainnya seiring pembangunan yang terus berlanjut.

Menurut Eko, sebagai bentuk kompensasi dan menghimpun dana untuk perawatan serta penambahan wahana foto selfi, pihaknya berencana mematok tiket masuk di lokasi sebesar Rp 10.000 perorang, sudah termasuk minuman kemasan.

"Harapan kami semoga semakin banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke Bangka dan memiliki pilihan wisata selain wisata pantai yaitu wisata alam, kebun buah dan tempat selfi. Kami juga memiliki rencana akan mengandeng UMKM untuk bersinergi menjual suvenir khas Bangka serta makanan ringan khas Bangka di sana delam kemasan menarik serta harga terjangkau," harap Eko.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved