Lion Air Jatuh

Faktor Cuaca, Pesawat Lion Air Bawa Jenazah Xherdan Mendarat Sementara di Palembang

Pesawatnya sudah berputar-putar tiga kali, karena takut mengganggu penerbangan jadi pesawat tersebut mendarat dulu di bandara Palembang.

Faktor Cuaca, Pesawat Lion Air Bawa Jenazah Xherdan Mendarat Sementara di Palembang
Dok Lion Air
Pesawat Lion Air PK-LQP. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

POSBELITUNG.CO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bangka belitung, menjadi faktor keterlambatan datangnya pesawat Lion air yang membawa jenazah Xherdan Fachridzi, salah seorang korban tragedi jatuhnya Lion Air PK-LQP JT 610 di perairan karawang, pada 29 Oktober lalu.

Semula pesawat yang membawa jenazah Xherdan dijadwalkan terbang pukul 06.10 WIB dari jakarta. Namun karena adanya keterlambatan, penerbangan dilakukan sekitar pukul 7.20 WIB.

Manager Regional Lion Air Pangkalpinang, Maulana Nursamsyu, mengatakan, hujan deras sekitar pukul 08.00 WIB, menyebabkan pesawat yang terbang dari Jakarta itu mengalami keterlambatan karena terganggu jarak pandang dan angin kencang oleh faktor cuaca tersebut.

"Pesawatnya sudah berputar-putar tiga kali, karena takut mengganggu penerbangan jadi pesawat tersebut mendarat dulu di bandara Palembang." jelas Maulana, Minggu (18/11/2018).

Pesawat Lion Air JT 216 rute Jakarta-Pangkalpinang itu, mendarat sementara di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Sambung Maulana, pemilihan bandara di Palembang sebagai tempat pendaratan sementara, karena jarak yang dekat dengan Pangkalpinang dan di bandara tersebut memiliki parkir pesawat yang banyak.

Lanjutnya, apabila kondisi cuaca mulai membaik dan pesawat sudah mampu melihat jarak pandang 4000 meter serta kondisi angin tidak kencang, penerbangan akan kembali dilanjutkan dari Palembang, dengan durasi sekitar 30 menit.

Dikatakan Maulana, Pesawat Lion Air JT 216 yang membawa jenazah Xherdan diperkirakan tiba di Bandara Depati amir Pangkalpinang sekitar pukul 11.30 WIB. Sebelumnya, sudah ada satu jenazah yang tiba di posko crisis center Bandara Depati amir Pangkalpinang, atas nama Sastiarta dan sudah dilakukan prosesi serah terima kepada keluarga.

Penulis: Ira Kurniati
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved