Pemkab Beltim Serius Lindungi Keberadaan Anak

KONGRES Anak Indonesia (KAI) XV Tahun 2018 di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) resmi ditutup oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait

Pemkab Beltim Serius Lindungi Keberadaan Anak
Posbelitung.co
Ketua Komas Anak, Forkopimda Beltim serta Duta anak menyatakan Stop Pada Kekerasan Anak 

Pemkab Beltim Serius Lindungi Keberadaan Anak
*Kongres Anak Indonesia XV Tahun 2018 Ditutup
*Pelaksanaan KAI Implementasi UU Perlindungan Anak

KONGRES Anak Indonesia (KAI) XV Tahun 2018 di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) resmi ditutup oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, Rabu (21/11), di GOR Beltim, Kecamatan Damar.

Kegiatan selama empat hari itu menghasilkan empat resolusi Sikap Anak Indonesia. Selain itu, KAI juga memilih sembilan Duta Anak Indonesia yang dinobatkan oleh Ketua KPA Arist Merdeka Sirait.

Bupati Beltim Yuslih Ihza dalam pidato penutupan yang dibacakan oleh Asisten III Setda Bidang Administrasi Umum Zuryanti mengatakan, Pemkab Beltim sangat serius memperhatikan dan melindungi keberadaan anak.

Ikut manari bupati forkopimda serta pendamping ikut menari bersama pocil
Ikut manari bupati forkopimda serta pendamping ikut menari bersama pocil (Posbelitung.co)

Pelaksanaan KAI adalah bukti dan merupakan implementasi dari Pasal 10 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002.

“Setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya. Demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan,” kata Zuryanti.

Dengan penyelenggaraan KAI diharapkan langkah-langkah pemenuhan hak dasar anak terwujud. Yaitu hak berpartisipasi untuk mengungkapkan aspirasi serta mendiskusikan kesulitan-kesulitan mereka.

“Atas nama pribadi dan Pemkab Beltim, saya sangat mengapresiasi dan merasa bangga, anak-anak yang menjadi delegasi dari seluruh penjuru nusantara disediakan wadah untuk merealiasasikan penyaluran pendapat mereka melalui bentuk aspirasi, pandangan dan rekomendasi,” ucap Zuryanti.

Usai acara penutupan KAI, anak-anak dari 37 daerah di Indonesia yang menjadi peserta, menggelar Malam Budaya. Perwakilan tiap daerah harus menampilkan ciri khas seni dan budaya daerah masing-masing.
Banyak Pengalaman

Banyak manfaat yang diperoleh oleh anak-anak yang merupakan delegasi dari berbagai daerah di Indoenesia saat mengikuti KAI. Seperti yang dikemukakan Zianida Dipasa (16), ia jadi memperoleh sahabat baru dan lebih mengenal budaya Indonesia.

Halaman
12
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved