Hari AIDS Sedunia, Kenali Penyakit HIV/AIDS yang Paling Mematikan dalam Sejarah

Hari AIDS Sedunia selalu diperingati setiap tanggal 1 Desember. Hari AIDS Sedunia pada Sabtu 1 Desember 2018

Hari AIDS Sedunia, Kenali Penyakit HIV/AIDS yang Paling Mematikan dalam Sejarah
Thinkstockphotos
Ilustrasi . Hari AIDS Sedunia, Kenali Penyakit HIV/AIDS yang Paling Mematikan dalam Sejarah 

5. Sejarah lambang AIDS

Pita merah menjadi lambang yang selalu dijadikan simbol kepedulian. Simbol pita merah digunakan secara internasional untuk melambangkan perang terhadap AIDS.

Pita ini menjadi simbol keprihatinan kepada orang-orang yang terkena HIV/AIDS.

Asal mula pita ini dari sekelompok seniman yang peduli terhadap AIDS di New York pada tahun 1991.

Mereka menentukan simbol pita merah untuk mempersatukan dunia agar peduli terhadap penyebaran aids.

Selain itu, pita ini juga melambangkan darah, gairah untuk hidup, dan melawan penyakit.

6. Tentang Penyakit HIV/ AIDS

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV.

Atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia.

Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor.

Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.

Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit.

AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia.

Pada Januari 2006, UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981.

Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah.

AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570 ribu jiwa di antaranya adalah anak-anak.

Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana.

Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV, namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.

Hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS, umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya.

Kadang-kadang hukuman sosial tersebut juga turut tertimpakan kepada petugas kesehatan atau sukarelawan, yang terlibat dalam merawat orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).(*)

Editor: Evan
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved